
Rida K. Liamsi saat membacakan puisi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (Dok. Hari Puisi)
JawaPos.com – Ratusan penyair dari berbagai kota di Indonesia menyambut Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2020. Mereka mengirimkan puisi-puisi terbaiknya untuk memeriahkan acara sastra tahunan yang diselenggarakan sejak 2018 itu. Hingga 30 Juni 2020 sore, setidaknya ada 413 nama penyair yang telah mengirimkan karyanya untuk memeriahkan FSIGB tahun ini. Rata-rata tiap penyair mengirimkan tiga hingga lima karya. Bila ditotal, ada seribu lebih puisi yang menyambut FSIGB 2020.
’’Masing-masing penyair mengirimkan maksimal lima puisi. Para kurator akan menentukan puisi mana yang akan terpilih untuk masuk dalam antologi Festival Sastra Internasional Gunung Bintan tahun ini,’’ terang Rida K. Liamsi, salah satu motor utama forum sastra internasional itu. Puisi-puisi terpilih dari ratusan penyair itu akan tersusun dalam antologi Jazirah Lima. Dalam FSIGB 2020, selain antologi Jazirah Lima juga akan diluncurkan kumpulan puisi Jazirah Empat yang memaktub puisi-puisi para penyair peserta forum itu tahun lalu.
Tahun ini FSIGB diselenggarakan dalam balutan tema Tamaddun Melayu dan Tradisi Kesusasteraan. Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan Jembia Emas yang berisi para penyair senior seperti Rida K. Liamsi dan Husnizar Hood. Festival tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat dan Dewan Kesenian Kepulauan Riau.
Rencanaya, FSIGB 2020 diselenggarakan pada 24-27 September 2020 di Tanjungpinang, Bintan, Kepulauan Riau. Selama tiga hari para penyair tidak hanya berkutat dengan sastra semata. Penyelenggara menyiapkan serangkaian acara yang mengajak para penyair untuk mengikuti ziarah budaya mengenang perjuangan Sultan Mahmud I. Ada pula parade kuliner khas Tanjungpinang yang disajikan dalam acara ini.
Jazirah Empat dan Jazirah Lima juga dipastikan bukan hanya menjadi antologi yang terbit dari FSIGB 2020. Penyelenggara juga menyiapkan antologi Jazirah Enam yang dikhususkan untuk memuat karya-karya para penyair dari Kepulauan Riau. Tiga buku puisi itu masing-masing memiliki tema yang menarik. Jazirah Empat bertema Kembara Padang Lamun dan Air Mata Rindu. Lalu, Jazirah Lima bertema Angin, Laut dan Gemuruh Rindu, sedangkan Jazirah Enam mengambil tema Kepri Jantung Tanah Melayu. Ketiganya akan diluncurkan saat penyelenggaraan FSIGB 2020. (tir)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
