Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2023 | 21.23 WIB

Fasad Eksploratif, Interior Rumah Prairie Menenangkan

WARM TONE: Dominasi warna putih serta abu-abu muda pada interior dengan sentuhan tone cokelat di bagian railing dan tangga. - Image

WARM TONE: Dominasi warna putih serta abu-abu muda pada interior dengan sentuhan tone cokelat di bagian railing dan tangga.

Dinding trapesium yang ditumpuk. Jendela melengkung setengah lingkaran. Komposisi ”wajah” yang tidak konvensional. Di sebuah kompleks perumahan di kawasan Cibubur, Rumah Prairie tampil beda dan menonjol dengan fasad unik yang memukau.

BENTUK fasad yang out of the box itu mengadopsi gaya arsitektur Prairie, sebuah gaya arsitektur yang berkembang pada era sekitar 1900-an di Chicago, AS. ”Namun, kami tetap memasukkan unsur lokal, menyesuaikan dengan kondisi sekitar,” kata principal architect MMAR Studio Buyung Anggi kepada Jawa Pos Jumat (3/11).

Salah satunya terletak pada finishing susunan bata yang ditempel vertikal, menjadi identitas kuat dalam project hunian tersebut. Sentuhan lain adalah atap mirip yang sengaja dibuat ”menekuk-nekuk” untuk menyesuaikan iklim tropis.

Rumah itu dibangun pada lahan seluas 241 meter persegi yang memang berbentuk trapesium sehingga memberikan keleluasaan bagi arsitek untuk ”bermain-main” dengan desain, bentuk, tekstur, hingga interaksi cahaya dan bayangan.

CROSS VENTILATION: Double height-ceiling dan banyaknya bukaan lebar menjadikan suasana rumah cenderung adem dan tak perlu lampu di siang hari.

Untuk memperkuat arsitektur Prairie, perpaduan antara bentuk geometri dan tekstur dipertahankan. Demikian juga bentuk jendela-jendela besar sebagai elemen gaya Prairie. Dengan begitu, bangunan tersebut memiliki nuansa klasik sekaligus modern dalam waktu bersamaan.

Berbeda dengan fasad yang eksploratif dan ”complicated”, begitu masuk interiornya terasa tenang. Dinding putih dan ubin abu-abu muda mendominasi interior, dengan sedikit tone cokelat pada railing dan tangga. Beberapa shape melengkung pada dinding dan ”sudut” tangga memberi kesan ruangan yang timeless.

Ruangan tetap terang meski tanpa lampu di siang hari. Juga tetap terasa adem meski cuaca di luar sedang panas. Sebab, MMAR Studio mengonsep Rumah Prairie hemat energi. Cahaya bisa masuk lewat jendela-jendela kaca yang besar.

Penghawaan alami tercipta lewat cross-ventilation. ”Atap yang didesain tinggi membuat ruang bagian bawah tetap sejuk dan dingin,” paparnya. Double height-ceiling menjadikan suasana rumah cenderung adem. Bukan hanya bantuan AC.

Buyung memaparkan, di tempat awal gaya Prairie tercipta, seni arsitektur itu memang tidak diciptakan untuk kebutuhan bangunan massal. Untuk itu, gaya Prairie kurang cocok jika diterapkan langsung secara sama plek. Tetap butuh penyesuaian desain. ”Dengan mengedepankan konteks, interpretasi atap, dan ketukangan atau material lokal,” beber Buyung. (elo/c7/nor)

---

HIGHLIGHT

MATERIAL DAN TEKSTUR

WARM TONE: Dominasi warna putih serta abu-abu muda pada interior dengan sentuhan tone cokelat di bagian railing dan tangga.

Dinding yang diplester beton dengan beragam tekstur dan warna, ubin bata putih, atap aspal, dan ubin kayu menjadikan fasad yang tak lazim tapi outstanding.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore