
FASAD MASIF: Tampak depan bangunan mengutamakan privasi sekaligus menonjolkan estetika dengan penggunaan material alam.
Rumah yang berkesan lega dengan spot-spot estetis di dalamnya. Berangkat dari permintaan owner tersebut, Pieter Kurniawan merancang Be House dengan material alam dan layout ruang yang spacious.
SALAH satu point of interest hunian yang terletak di kawasan Tambaksari, Surabaya, itu adalah inner courtyard di ruang tengah. ”Keberadaan dry garden tersebut sekaligus menciptakan ruang tengah yang lega dengan cahaya matahari natural dari void,” ujar Pieter.
Bagian atasnya menggunakan atap kaca tempered dengan aksen kisi-kisi kayu untuk filtrasi cahaya matahari. Pieter menempatkan pohon kering beralas taburan batu koral sebagai pusatnya. ”Memang menghindari pohon asli karena pertimbangan maintenance-nya susah,” imbuh arsitek proyek Be House itu.
Piano yang diletakkan di ruang tengah memberi kesan elegan. Sentuhan natural didapat dari dinding fiber cement yang dicetak motif kayu. Aksen kayu, baik pada interior maupun eksterior rumah, memang cukup kental. Dengan mempertimbangkan efisiensi harga dan durability, hanya bagian railing dan kusen yang menggunakan kayu asli.
Selebihnya menggunakan material pengganti kayu seperti conwood untuk lantai, high pressure laminated (HPL) motif kayu, dan wood plastic composite (WPC) sebagai material plafon. ”Interior dibuat dengan tone warna putih yang dikombinasikan warna natural kayu senada. Jadi, lebih light dan simpel dengan perabotan yang minimal,” ungkapnya. Tone-nya mengarah ke Scandinavian look.
NATURAL ELEGAN: Interior didominasi tone warna putih yang dikombinasikan warna natural kayu. Piano yang diletakkan di bawah void menambah kesan elegan.
Tampilan natural modern juga tecermin pada bagian fasad yang dirancang menggunakan batu alam asli setinggi lantai 1. Di sampingnya, pagar berbahan metal dengan cutting motif kayu.
Pieter menerapkan fasad bangunan yang mengombinasikan estetika sekaligus mengedepankan privasi. ”Dari entrance langsung teras yang dipakai menjamu tamu. Jadi, di dalam hanya ruang keluarga,” tambahnya.
Kesan modern dan tertutup juga diperkuat adanya kisi-kisi dari besi hollow dengan finishing cat tekstur kayu yang menutupi seluruh eksterior lantai 2. ”Itu sekaligus untuk menghalau panas matahari sore karena rumah menghadap barat,” ujarnya.
Pada lantai 1, living area tanpa sekat dengan dining room, kitchen, dan pantry. Lantai 1 juga memuat master bedroom dan ruang kerja. Sedangkan lantai 2 difungsikan untuk tiga kamar tidur, gym area, balkon, dan area servis.
Meski tampak masif, rumah mendapat sirkulasi udara yang cukup. Input udara dan cahaya yang didapat dari pintu utama depan serta taman samping akses servis dialirkan ke atas balkon. Di bagian atas juga terdapat skylight kaca yang diberi ventilasi. (lai/c7/nor)
---
HIGHLIGHT
FASAD MASIF: Tampak depan bangunan mengutamakan privasi sekaligus menonjolkan estetika dengan penggunaan material alam.
DRY GARDEN

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
