
SIRKULASI OPTIMAL: Meski dari luar tampak masif, rumah ini punya banyak bukaan pada sisi dalam. Termasuk di kamar tidur utama.
Di Ruma, sebuah proyek hunian rancangan SAE Studio, dibangun di atas lahan 5 x 22 meter. Bentuk lahan yang memanjang rupanya cukup cocok untuk pemilik rumah yang merupakan pasangan muda dengan kepribadian cenderung introver. Kendati demikian, rumah tersebut jauh dari kesan sempit.
INTERAKSI dengan sekitar dibuat cukup minim pada rumah ini. Oleh karena itu, tampak depan Di Ruma terlihat cenderung tertutup. Tidak ada jendela besar yang menghadap ke depan. Bahkan fasad lantai 2 pun berupa dinding utuh yang dipadukan dengan roster sebagai tempat sirkulasi udara dan cahaya.
’’Fasad rumah yang menghadap barat dibuat lebih tertutup, karena selain untuk menjaga intensitas matahari sore yang masuk, rumah ini adalah tentang orientasi ke dalam,’’ kata Risa Guntari, founder dan principal designer SAE Studio.
Meski terlihat cukup masif dari luar, Di Ruma tak kekurangan udara dan sinar matahari. Salah satunya adalah menerapkan inner courtyard dan backyard berupa taman kering yang low-maintenance. Backyard itu juga bisa menjadi area extension ruang multifungsi tadi. ’’Sedangkan inner courtyard tersebut meloloskan cahaya dari atas dan benar-benar menciptakan cross ventilation melalui jendela dapur,’’ terang Risa.
SIRKULASI OPTIMAL: Meski dari luar tampak masif, rumah ini punya banyak bukaan pada sisi dalam. Termasuk di kamar tidur utama.
Selain itu, inner courtyard membuat tangga menjadi lebih terang meskipun terletak di area yang cenderung melorong. Dengan demikian, tidak ada satu pun jendela yang menghadap ke bagian depan rumah. ’’Kalau tidak ke inner courtyard, ya pasti menghadap taman belakang,” katanya.
Penerapan inner courtyard itu tadi juga merupakan bentuk concern terhadap sequence of surprises pada rumah ini. ’’Kalau dari depan kan masif banget. Ketika orang kali pertama masuk, mereka tidak tahu apa yang bisa diekspektasi dari rumah ini, jadi seperti ada kejutan yang berlapis,’’ terangnya.
Penerapan lainnya adalah membuat permainan level lantai yang bertujuan memberikan perspektif berbeda seiring perjalanan dari ruang ke ruang. Perbedaan level itu juga mempertegas zonasi, tetapi tetap menghubungkan ruang secara visual.
’’Kita bisa menciptakan kesan-kesan tersendiri karena rumah tinggal itu kan berbeda dengan tempat yang baru kita datangi. Rumah ini kita temui sehari-hari. Jadi dibuat sequence agar tidak bosan. Meski sudah tinggal bertahun-tahun, tetap ada faktor-faktor unpredictable yang mengejutkan itu tadi,” pungkasnya.
Rumah ini hampir seluruhnya menggunakan material ekspos. Risa sengaja membiarkan tekstur asli dari material untuk memberikan karakter ke bangunan dan memberi kesan apa adanya. Misalnya, semen aci tanpa cat, dinding kamprot yang teksturnya dibiarkan sedemikian rupa, hingga batu bata ekspos yang menghiasi area inner courtyard.
Pemilihan material yang demikian terbukti mampu menekan bujet dan sesuai dengan keinginan pemilik. Menariknya, material ekspos itu memberikan keindahan tersendiri. Terutama semen aci pada dinding dan lantai yang justru menciptakan gradasi warna abu-abu yang natural. ’’Belang-belang itu justru menjadi letak seninya,” pungkasnya. (adn/c12/nor)
---
HIGHLIGHT
KAMAR MANDI NUANSA LIBURAN
Photo

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
