Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Desember 2021 | 15.48 WIB

Fasad dengan Secondary Skin, Spandek Metal Beri Privasi Maksimal

INTERIOR (Studio Sae) - Image

INTERIOR (Studio Sae)

Penggunaan secondary skin dalam konstruksi bangunan cukup populer beberapa tahun belakangan. Materialnya bermacam-macam. Mulai bata roster, glass block, hingga spandek seperti yang diterapkan firma arsitektur Studio Sae dalam proyek hunian bernama Rumah Lumut Hijau.

---

RUMAH yang dibangun di atas tanah seluas 100 meter persegi itu memiliki fasad berbentuk persegi yang terlihat seperti dua massa bangunan dijadikan satu. Rupanya hal itu dilakukan untuk mengakali kontur tanah yang tidak rata. Terdapat perbedaan level pada tanah bagian kiri dan kanan.

’’Jadi, awalnya kavlingnya tidak sebesar ini, namun kemudian ditambah. Tapi, penambahan itu membuat adanya perbedaan level,’’ kata Tomy Arief selaku design director kepada Jawa Pos pada Kamis (16/12). Perbedaan level itu cukup signifikan, yakni sekitar 1,2 meter.

Akhirnya dibuatlah split level secara general. Dua massa bangunan itu juga difungsikan secara berbeda. Bagian massa yang besar menaungi area utama, yakni ruang keluarga dan kamar utama. Yang lebih kecil berfungsi sebagai area servis. Fasad tampak tidak membosankan dengan adanya secondary skin atau second skin yang juga memberikan tekstur secara unik.

Dalam proyek tersebut, second skin dibuat untuk mereduksi panas dan mengondisikan udara menjadi lebih baik. ’’Karena beberapa ruangan menghadap ke sinar matahari langsung di waktu-waktu tertentu. Harapannya, second skin bisa nge-block panas tersebut,’’ kata Tomy.

Material spandek metal dipilih untuk second skin agar berbeda dengan yang lain. Dengan begitu, terlihat stand-out dan kontras dengan bangunan di sekitarnya. Selain itu, material spandek memiliki tekstur asli yang bergelombang sehingga menambah nilai estetika dan keunikan.

Tomy menjelaskan, fasad rumah dibuat dari tembok biasa. Kemudian dilapisi kerangka lagi, baru dipasangi spandek tersebut. ’’Selain sinar matahari, kalau ada hujan juga tertahan dengan spandek,’’ katanya. Spandek itu juga memungkinkan privasi pemilik rumah terjaga. Terlebih, rumah tersebut terletak sangat dekat dengan jalan raya yang cukup ramai.

Fasad depan dibuat cukup tertutup minim bukaan. Hanya ada beberapa jendela kecil yang tampak di sana. Bukaan lebih difokuskan menghadap ke samping. Dengan begitu, sirkulasi udara tetap terjaga, tapi tidak mengganggu kepentingan pribadi pemilik rumah. Spandek juga dinilai Tomy cukup durable jika pemasangannya tepat.

Warna hitam dan abu-abu diaplikasikan pada fasad spandek tersebut, sesuai dengan keinginan pemilik rumah. Hal itu menciptakan kesan maskulin pada bangunan. Dua warna itu juga tampak serasi dengan struktur baja dan tangga extended metal di dalam rumah. ’’Secara look, orang suka menyebutnya industrial. Tapi, kalau saya pribadi menyebutnya naked karena mengekspos struktur apa adanya,’’ kata Tomy. (adn/c7/nor)

---

HIGHLIGHTS


  • BUKAAN SAMPING


Photo

TAMAN (Studio Sae)

Karena ingin tertutup di depan, bukaan dimaksimalkan di bagian kiri bangunan. Di sana terdapat area terbuka selebar 1,6 meter yang berfungsi sebagai taman untuk mendukung pencahayaan dan pendistribusian udara alami ke dalam ruangan.


  • TANGGA


Photo

TANGGA (Studio Sae)

Rumah ini memiliki tangga yang menggunakan material extended metal. Lubang-lubang kecilnya memungkinkan udara dari lantai atas mengalir dengan mudah ke bawah tanpa terhalang oleh tangga yang masif. Secara visual, rumah juga jadi terasa lebih terbuka.


  • STRUKTUR BAJA


Menjawab keinginan klien untuk menyelesaikan proyek ini dengan cepat, Studio Sae memilih kerangka baja sebagai struktur rumah. Kendati harganya lebih mahal, pemasangan struktur baja lebih cepat. Struktur baja dibiarkan terekspos apa adanya.

  • SPLIT LEVEL


Photo

Fasad dengan secondary skin memakai spandek metal. (Studio Sae)

Pintu utama rumah dibuat berundak untuk mencegah masuknya air hujan. Tangga itu juga menjadi perwujudan split level sebagai solusi adanya kontur tanah yang tidak sama.

---


  • Arsitek: Tomy Arief (@studio_sa_e)

  • Luas tanah: 100 meter persegi

  • Luas bangunan: 120 meter persegi

  • Lama pengerjaan: 8 bulan

  • Lokasi: Depok, Jawa Barat

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore