
TAMPILAN DEPAN AL-HOUSE (KAMITATA Studio)
Menghadirkan hunian compact yang nyaman serta mampu memenuhi setiap kebutuhan penghuninya, KAMITATA Studio merancang dan membangun AL-HOUSE. Pemilihan warna monokrom dan kayu menghasilkan perpaduan yang humble untuk rumah di salah satu sudut Kota Bandung.
---
AL-HOUSE dibangun dengan pendekatan desain yang menitikberatkan tampilan sederhana, modern, dan unik. Wujud pendekatan tersebut langsung tampak dari bentuk fasad berbentuk segitiga dengan atap asimetris. ”Desain itu juga berupaya menjawab keinginan owner terkait keamanan dan privasi yang menjadi syarat utama,” ungkap Lilian Setiawan, principal architects KAMITATA Studio kepada Jawa Pos.
Untuk itu, fasad AL-HOUSE dibuat tertutup, tetapi tetap memperhatikan bukaan dari bagian depan rumah. ”Agar menjadi konsep yang menarik untuk menciptakan bangunan dengan orientasi ke dalam,” imbuh Lilian. Owner rumah memang tidak terlalu suka dengan desain yang ”ramai” dengan beragam warna. Proses diskusi dengan owner mendorong Lilian bersama rekannya, M. Diaz Adiyudha, untuk berusaha membuat rumah yang dihuni keluarga kecil itu sesederhana mungkin.
Kesederhanaan itu, salah satunya, mereka aplikasikan melalui pemilihan earth tone material. ”Yaitu, penggunaan material kayu dan pemilihan warna abu putih atau monokrom,” imbuhnya. Pilihan tersebut menguatkan karakter AL-HOUSE. Pemilihan kelir monokrom pada bagian dalam serta luar rumah tersebut dipadukan dengan material kayu merbau dan kamper Samarinda di bagian atap, lantai, dan pintu.
Photo
(KAMITATA Studio)
Menurut Lilian, material itu dipilih untuk membuat penghuni rumah betah. ”Untuk menciptakan suasana rumah yang hangat, nyaman, bersih, dan simpel untuk dihuni dalam waktu lama,” bebernya. Selain itu, KAMITATA Studio ingin menguatkan kesan rumah tropis modern melalui pemilihan material tersebut.
Keterlibatan pemilik rumah membuat Lilian dan timnya bisa mewujudkan hunian yang sesuai keinginan. Kesan yang owner sampaikan setelah menghuni rumah itu, mereka puas dengan hasil karya kami, tata letak ruang yang baik sesuai dengan yang owner inginkan sejak awal,” beber alumnus Universitas Katolik Parahyangan Bandung itu.
Rumah tropis minimalis yang mereka buat menjadi hunian yang compact, tetapi tetap bisa memenuhi berbagai kebutuhan penghuninya. Penataan ruangnya linier dengan inner court sebagai pusat massa bangunan.
Dari inner court itu pula, cahaya alami dibawa ke dalam rumah. Berikut dengan udara segar yang berasal dari luar ruang. Hal itu menghasilkan cross circulation yang meningkatkan energi positif bagi penghuni rumah tersebut. Tidak heran, inner court menjadi bagian favorit bagi penghuni rumah. ”Karena setiap ruangan dapat memiliki akses ke halaman tengah terbuka itu,” jelas Lilian.
---
SERBA-SERBI AL-HOUSE
Photo
PUSAT MASSA BANGUNAN: Halaman tengah terbuka menghasilkan cross circulation untuk seluruh ruangan di AL-HOUSE. (KAMITATA Studio)
Photo
(KAMITATA Studio)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
