
MENUJU RUANG KELUARGA: Tamu disapa dengan pintu gebyok “pura-pura” lantaran tidak ada ruangan di baliknya. Pintu gebyok yang digunakan bernuansa merah dan kuning emas khas interior peranakan Tionghoa. (Angger Bondag/Jawa Pos)
MUNGIL, namun hangat dan cerita. Penataan ruangan dan perabot antik yang cermat membuat rumah Hoedy Asmara dan Retno Widyasih njawani. Suasananya juga nyaman meski luas rumah terbatas.
---
Dulu, Hoedy bercita-cita memiliki rumah dengan pintu gebyok dan berhias ukiran kayu nan halus. ’’Saya pengin rumah terasa njawani. Menyenangkan buat tuan rumah maupun tamunya,’’ ungkapnya. Hal itu terwujud di rumahnya di kawasan Rungkut, Surabaya, yang ditinggalinya selama lebih dari 30 tahun.
Begitu memasuki rumah, kita bakal disambut pintu gebyok dengan ukiran khas Jepara. Area itu tersambung dengan gazebo kecil yang rimbun. Ruangan tersebut jadi favorit kerabat Hoedy yang berkunjung. ’’Cocok buat melamun, apalagi pas ada angin sepoi-sepoi,” ucap Hoedy. Konsep rumah yang Jawa banget itu juga diterapkan pada desain ruangan.
Photo
Kaligrafi emas di ruang tamu merupakan kiswah atau kain penutup Kakbah. Beratnya mencapai 70 kg, berbahan sutra murni dan kawat halus emas. Saat dibawa pulang dari Tanah Suci, kiswah itu nyaris ditahan di bandara. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Langit-langit dibuat tinggi dengan rangka atap yang terekspos. Bukan berupa plafon datar konvensional. ’’Ruangan kelihatan lebih lega, tinggi, dan adem,’’ ujar pria yang dulu berprofesi sebagai pengacara tersebut. Di samping itu, ada beberapa bagian atap yang dibuat dari genting kaca untuk penerangan.
Interior rumah pun menarik. Area ruang tamu berlatar bata ekspos. Ukiran khas Jepara membingkai dinding, berhias kaligrafi. Suasana hangat ditunjang pencahayaan kuning yang tetap terang. Sementara itu, di bagian dalam rumah, ukiran-ukiran Jepara dan Kudus tetap ada. Namun, kali ini dipadukan dengan warna putih polos.
Photo
AREA PRIBADI: Lantai 2 menjadi area pribadi pemilik rumah. Karena kedua anaknya telah berkeluarga, hanya ada satu kamar yang ditempati. Satu ruangan difungsikan untuk beribadah. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Di hampir seluruh ruangan, Hoedy ’’menitipkan” barang-barang antik kesayangannya. ’’Ngumpulinnya mulai dulu pas aktif dinas. Sekarang udah enggak, pensiun,’’ kelakarnya. Barang-barang antik itu berupa meja dengan ukiran, jam dinding, guci, hingga piring porselen. Lampu yang digunakan pun berhias kap klasik. Semua barang tersebut bersih dan terawat.
Dalam memilih barang antik, pria kelahiran Semarang itu tidak mengincar nilai historis. Apalagi mematok pencarian barang dengan harga tinggi. ’’Ada yang saya beli Rp 2 ribu, Rp 10 ribu, tergantung kondisi keuangan saat itu. Yang penting, barang terawat dan kualitasnya masih baik,” paparnya.
Merawat Ukiran
Photo
Meja di lantai 2 dibeli di salah satu toko barang antik di Surabaya yang kini tutup. Sejak dibeli, cucu-cucu Hoedy yang masih kecil kerap menunjuk meja dan menyatakan ada seseorang di meja tersebut. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Photo
Pintu kupu tarung penghubung ruang tamu dan ruang tengah dibuat dengan material kayu dan kaca es berwarna. Karena sering digunakan sebagai latar foto, Hoedy menambahkan lampu spotlight di bagian atas. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Photo
SPOT FAVORIT: Meski ada ruang tamu, banyak tamu yang memilih mengobrol di area gazebo yang rindang. Di area tersebut, Hoedy meletakkan ukiran Madura yang lebih berwarna.(Angger Bondan/Jawa Pos)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
