
CIRI KHAS: Jendela lingkaran ala Jepang pada dinding paling depan Ravv House memberikan kesan lembut pada fasad yang cenderung masif. (Lavt Architecture & Interior)
Arsitektur Jepang belakangan ini kian diminati untuk diadaptasi ke dalam hunian di Indonesia. Salah satunya oleh Veti Vera dan Rizky Alditya. Elemen arsitektur Jepang diterapkan untuk rumah mereka di kawasan Sleman, Jogjakarta, tanpa meninggalkan elemen lokal yang down-to-earth.
PASANGAN suami istri itu merasa tak yakin bisa mengaplikasikan konsep rumah yang benar-benar klasik Jepang. Mereka pun melirik gaya Japandi yang merupakan perpaduan antara gaya Jepang dan Scandinavian. ’’Terlalu Jepang tradisional juga akan membuat rumah ini tidak berbaur dengan lingkungan sekitar,’’ kata Veti kepada Jawa Pos pekan lalu.
Konsep itu diterapkan mulai fasad. Mereka menerapkan jendela lingkaran khas Jepang pada dinding paling depan rumah tersebut. Di balik jendela itu merupakan taman kering. ’’Jendela ini menurut kami memberi kesan kalem dan tidak terlalu kaku,’’ terangnya.
Fasad dibuat cenderung masif. Tidak tampak ada bukaan yang menembus ke dalam jika dilihat dari depan. Dengan demikian, privasi dan keamanan pun terjaga. Padahal, jika ditelisik lebih dekat, rumah itu memiliki bukaan di setiap sisinya. Misalnya, pada bagian depan, terdapat jendela besar yang menghadap ke samping. Bukaan juga diterapkan di sisi samping ruang makan, kamar, serta dapur yang menghadap ke sisi samping rumah.
Rumah itu pun dibuat tidak berdempetan dengan rumah tetangga. Dengan demikian, memungkinkan adanya space kecil sebagai jalan masuknya udara dan sinar matahari.
Unsur khas Jepang juga diterapkan melalui penataan ruang di dalamnya. Rumah tersebut memiliki genkan, yakni sebuah area kecil setelah pintu masuk yang digunakan sebagai tempat melepas alas kaki sebelum masuk ke rumah. ’’Lihat rumahnya Nobita atau rumah-rumah lain di Jepang atau Korea pasti ada genkan ini,’’ kata Veti.
Genkan itu dilengkapi dengan rak penyimpanan alas kaki, kursi kecil, dan cermin untuk mempermudah aktivitas melepas alas kaki. Selain itu, genkan memiliki perbedaan level dengan area utama. Veti pun merasakan manfaat genkan itu. Yakni, rumah menjadi lebih bersih karena alas kaki memiliki areanya sendiri.
Warna putih mendominasi rumah tersebut. Alasan utamanya adalah menekankan kesan minimalis dan clean serta simpel. Rumah seluas 80 meter persegi itu terasa lebih luas dan terang secara visual. Dominasi warna putih itu pun pas dipadukan dengan warna dan motif kayu yang diaplikasikan di berbagai sudut interior.
Photo
SERUPA FOYER: Area genkan dilengkapi dengan rak penyimpanan alas kaki, kursi kecil, dan cermin. Letaknya tepat setelah pintu masuk. (FOTO: Lavt Architecture & Interior)
Arsitektur Jepang kerap mengandalkan material kayu asli. Namun, Veti mengakalinya dengan menggunakan material kayu buatan saja agar lebih low-budget dan low-maintenance. Misalnya, multipleks dan HPL. Hanya terdapat satu material kayu asli di rumah itu. Yakni, pintu utama yang menggunakan kayu jati. ’’Kesannya lebih gagah dan warnanya pun lebih mantap daripada laminasi buatan,’’ pungkasnya.
---
HIGHLIGHTS
Photo
Area favorit Veti dan Rizky adalah ruang makan yang terhubung langsung dengan dapur. Adanya banyak bukaan membuat mereka suka berlama-lama duduk di sana. Terlebih saat pagi, sore, dan saat hujan datang sambil menikmati sejuknya udara.
---
Arsitek dan desainer interior:
Photo
CIRI KHAS: Jendela lingkaran ala Jepang pada dinding paling depan Ravv House memberikan kesan lembut pada fasad yang cenderung masif. (Lavt Architecture & Interior)
Photo
Photo
Photo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
