
MEREDUKSI PANAS: Desain fasad dengan bentuk unik tidak hanya dibuat untuk tujuan estetis. Lubang-lubangnya berfungsi menahan panas matahari. (M. AHADIYANTO - ATELIER BERTIGA FOR JAWA POS)
Merombak total hunian di kompleks perumahan agar tampil beda, Mahadiyanto dari Atelier Bertiga menghadirkan desain fasad yang ekspresif. Elora House mengutamakan kebutuhan ruang serta sirkulasi cahaya dan udara yang sehat.
---
PERMINTAAN klien terbilang simpel, ingin rumahnya seperti Gro-House yang juga karya Atelier Bertiga dengan fasad tinggi-ramping. Sebagai arsitek, Mahadiyanto senang karyanya menjadi inspirasi. Namun, dia tidak mau membikinkan rumah yang sama untuk klien yang berbeda. Prinsipnya, tiap karya harus punya ciri khas.
Dengan kebebasan yang diberikan kliennya, Mahadiyanto lebih leluasa menuangkan ide. Dia hanya perlu mengakomodasi kebutuhan ruang keluarga yang luas. Konsep tropis kontemporer dia tawarkan. ”Jadi, secara look kami buat kontemporer. Secara sistem, kami buat tropis,” ungkap dia kepada Jawa Pos. Konsep itu menyesuaikan berbagai hal. Terutama iklim dan cuaca.
Fasad Elora House merupakan salah satu bagian istimewa di rumah tersebut. Bagian itu secara tegas langsung menampilkan perbedaan Elora House dengan rumah-rumah di sekitarnya. ”Kesan hangat nan sederhana yang terlihat dari fasad utama,” jelasnya.
Fasad rumah yang berdiri di atas lahan 135 meter persegi itu memang tampil bold dengan penggunaan solid void brick sebagai ”kulit kedua”. Dibalut warna gelap dan desain unik, ada bagian yang melengkung seperempat lingkaran dan bagian atas yang runcing.
Desain itu tidak hanya memperhatikan keindahan. Fungsinya turut diperhatikan. ”Lubang-lubangnya itu berfungsi mereduksi panas matahari,” kata Mahadiyanto. Dengan fasad seperti itu, lanjutnya, Elora House menjadi rumah yang berkarakter dan fungsional.
Photo
MEREDUKSI PANAS: (M. AHADIYANTO - ATELIER BERTIGA FOR JAWA POS)
Rumah yang dibangun mulai awal 2020 itu banyak mengaplikasikan kaca nako. Klasik, tapi fungsional. ”Memang identik sama kaca zaman dulu. Tapi, sekarang teknologi sudah berkembang,” ujarnya. Penggunaan kaca nako punya kelebihan terkait sirkulasi udara dan jalur keluar masuk cahaya. Sebab, di setiap kaca nako ada banyak bukaan. ”Fleksibel buat mengatur intensitas udara yang masuk ke rumah,” terang dia.
Di Elora House, dia menggunakan formasi empat bukaan di setiap jendela. Penggunaan kaca nako pun selaras dengan konsep rumah yang mengandalkan cahaya alami dari sinar matahari.
Ruang keluarga dibuat lega dan bersanding dengan taman. Hanya dipisah pintu kaca yang bisa digeser untuk menambah luasan ruang tengah. ”Salah satu prinsip desain kami, membaurkan ruang dalam dengan ruang luar,” ungkapnya. Selain taman, kamar tamu di lantai bawah juga bisa dibuka untuk menambah luasan ruang keluarga.
Photo
(M. AHADIYANTO - ATELIER BERTIGA FOR JAWA POS)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
