
KARAKTER KUAT: Paduan apik dari material beton dan kayu dengan natural coating. Sliding door menjadi point of interest pada fasad. (Lukman Auliadi for Jawa Pos)
ASA bermakna istimewa bagi Lukman Auliadi dan keluarga. Berarti harapan dalam bahasa Indonesia dan pagi dalam bahasa Jepang. Asa bukan sekadar nama, melainkan turut menjadi konsep dasar rumah yang berada di Jakarta Timur itu.
---
”HARAPANNYA, rumah ini selalu menerbitkan harapan seperti halnya matahari setiap muncul di pagi hari,” kata Lukman saat berbagi cerita dengan Jawa Pos. Rumah yang dikerjakan bersama-sama oleh FFF Design Studio dan Kowok Design & Build itu mengambil konsep mash-up antara mid-century dan Japandi style.
Mid-century mengusung open space, penggunaan material kayu dan jendela besar dari ceiling hingga lantai. Japandi mengekspos keindahan dalam ketidaksempurnaan lewat warna natural dan hitam serta elemen kayu yang simpel. Dengan begitu, ruangan di dalam rumah tidak bersekat. Ruang keluarga, ruang makan, serta dapur menjadi satu area. Bahkan, ruang bagian dalam dan luar pun bisa menjadi satu. Itu memungkinkan lantaran Asa menggunakan sliding door kaca setinggi 3 meter, alih-alih full dinding.
Pintu geser sengaja dipilih untuk memberi kesan terbuka. Salah satu yang khas dari Asa, deck pada fasad setinggi sekitar 60 sentimeter. ”Selain itu, finishing dinding dan lantai yang kami biarkan berupa semen ekspos menambah kesan natural rumah ini,” bebernya.
Asa menggunakan cokelat dan kelabu sebagai dua warna utama yang terlihat pada kayu dan semen ekspos. Kemudian, hitam menjadi warna sekunder serta gold atau silver sebagai aksen. Dengan patuh pada konsep dan karakter hunian yang diinginkan, tampilannya pun tetap terjaga. Begitu juga furnitur yang menggunakan kayu jati dengan desain Scandinavian supaya simpel dan fungsional. Menghasilkan visual rapi dan senada dengan konsep dasar rumah.
Menurut Lukman, @asa_living yang ditempati sejak Oktober lalu bersama istri, Siti Zubaidah dan buah hati mereka, Saira, sesuai ekspektasi mereka saat memimpikan rumah tersebut. ”Kami berdua mengidolakan negara Jepang. Baik keindahan alam, gaya hidup masyarakat, maupun desain huniannya,” beber dia. Itu ditambah konsep mid-century. Menurut Lukman, kombinasi tersebut ideal, sesuai dengan lokasi dan bujet yang dikeluarkan.
Photo
KARAKTER KUAT: Ruang keluarga dibuat sunken, turun sekitar 45 cm dari lantai dasar. (Lukman Auliadi for Jawa Pos)
Asa terdiri atas dua lantai. Lantai dasar diisi ruang keluarga, ruang makan, dapur, ruang kerja, dan dua kamar mandi. Sementara itu, lantai atas diisi dua kamar tidur dengan masing-masing kamar mandi di dalam serta lounge untuk tempat anak bermain dan belajar. ”Ada balkon kecil juga,” ujar Lukman.
Berkenaan dengan material, bangunan utama Asa terdiri atas beton atau semen ekspos. Kusen pintu, jendela, maupun deck menggunakan kayu jati dengan sentuhan natural coating. Material-material itu, kata Lukman, dipilih lantaran sangat berkarakter.
Dengan begitu, Asa menjadi rumah yang terasa sangat personal bagi Lukman dan keluarga. Khusus fasad, sliding door mendominasi. Mengelilingi hampir seluruh lantai dasar. ”Kami juga menempatkan tanaman-tanaman agar menambah keindahan dan menghasilkan kualitas udara yang baik,” imbuh Lukman.
Photo
KARAKTER KUAT: Paduan apik dari material beton dan kayu dengan natural coating. Sliding door menjadi point of interest pada fasad. (Lukman Auliadi for Jawa Pos)
Sliding door berupa pintu kaca dan kayu setinggi 3 meter yang menggunakan kayu jati agar kukuh. Ketebalan kaca minimal 8 milimeter serta ditopang rel besi yang kuat.
Ruang keluarga merupakan bagian favorit Lukman, Ida, dan Saira. ”Levelnya kami turunkan jadi sunken atau tenggelam, kira-kira 45 sentimeter lebih rendah daripada lantai dasar,” paparnya.
Lantai beton ekspos menggunakan campuran semen, pasir, dan air. Sebelum dicor, dipasang wiremesh baja. Lukman dan Ida memilih warna beton ekspos lantai lebih gelap daripada dinding. Setelahnya, dipoles agar lebih kuat dan tampilan mengkilat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
