
Ilustrasi logo TikTok. (REUTERS/Dado Ruvic)
JawaPos.com - TikTok memperkuat upaya menjaga integritas platform dengan meningkatkan pengawasan terhadap penyalahgunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Salah satu langkah yang ditempuh adalah menguji sistem deteksi baru untuk mengidentifikasi akun yang mengunggah konten spam berbasis AI, menyusul tingginya jumlah akun palsu yang telah ditindak sepanjang tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan seiring semakin luasnya pemanfaatan AI dalam pembuatan konten. Di satu sisi, teknologi ini dinilai mampu mendorong kreativitas pengguna. Namun di sisi lain, AI juga berpotensi dimanfaatkan untuk memproduksi konten secara massal yang dapat menenggelamkan karya autentik para kreator.
TikTok menyatakan telah lama menerapkan kebijakan terhadap konten spam dan akun palsu dengan memanfaatkan teknologi pendeteksian otomatis. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, perusahaan mengungkap telah menghapus lebih dari 86 juta akun palsu dari platformnya.
Meski demikian, TikTok menilai pola penyalahgunaan AI terus berkembang sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih canggih. Dalam beberapa pekan ke depan, perusahaan akan mulai menguji peningkatan sistem deteksi untuk mengidentifikasi akun yang mengunggah konten spam berbasis AI, khususnya pada topik yang dinilai berisiko memengaruhi kepercayaan dan kesejahteraan masyarakat.
Kategori yang menjadi fokus pengawasan mencakup konten seputar politik dan peristiwa terkini, tips keuangan, hingga kesehatan.
Selain memperketat pengawasan terhadap spam, TikTok juga memperluas berbagai inisiatif untuk membantu pengguna memahami dan mengenali konten buatan AI.
Perusahaan mengumumkan akan memperluas program literasi AI melalui materi edukasi baru, melanjutkan investasi bersama para pakar tepercaya, serta memperkuat transparansi AI dengan bergabung sebagai Dewan Pembina Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA).
TikTok bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk NAMLE dan Henry Ajder, untuk menyusun panduan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Perusahaan juga menghadirkan hub edukasi baru di dalam aplikasi agar pengguna dapat mempelajari cara mengenali konten buatan AI ketika mencari topik terkait.
Di sisi lain, TikTok terus mendukung organisasi seperti NoFiltr dan Raspberry Pi Foundation dalam menghadirkan konten edukasi mengenai literasi AI kepada komunitasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022