Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 20.16 WIB

Simak 3 Tips Agar Tetap Sehat Secara Mental Meski Aktif di Medsos

Foto: Ilustrasi: Platform media sosial populer. (PatientPop). - Image

Foto: Ilustrasi: Platform media sosial populer. (PatientPop).

JawaPos.com - Setiap 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. Mengambil momen tersebut saat ini merupakan saat yang tepat untuk mengingat hubungan yang kuat antara kesehatan mental dan media sosial (medsos).

Pasalnya, selain membawa banyak manfaat bagi orang-orang secara global, medsos memiliki sisi negatif. Dampaknya beragam, mulai menimbulkan kecemasan, ketakutan akan kehilangan, cyberbullying atau stres, hingga komplikasi lainnya.

Untuk bisa tetap sehat secara mental sembari tetap aktif di medsos, pakar Kaspersky membagikan kiat mereka tentang bagaimana teknologi dapat membantu pengguna mengurangi stres online serta melindungi diri mereka sendiri.

Batasi Berbagi Berlebihan

Pertama, di era baru media sosial, opsi teraman adalah memperhatikan apa yang Anda bagikan secara online. Berbagi secara berlebihan dapat membuat Anda lebih rentan terhadap kritik dari orang lain, yang dapat memperburuk kecemasan.

Alasan lainnya adalah untuk melindungi data pribadi dari orang asing. Misalnya, pengguna dapat secara tidak sengaja meninggalkan detail tiket penerbangan atau data lain seperti alamat pribadi di foto liburan yang bagus.

Hari ini, siapa pun dapat membuka akun seseorang dan melihat apa yang mereka bagikan dengan orang lain, jadi lebih aman untuk tidak memberikan kesempatan kepada penipu untuk menggunakan informasi pribadi Anda.

Bijak Menghadapi Komentar Ekstrem

Sayangnya, hampir tak terhindarkan Anda akan menghadapi pengganggu atau pembenci jika Anda memposting banyak konten online. Situasinya bisa menjadi sangat sulit jika kalangan anak-anak yang harus menghadapinya.

Dalam kasus ini, banyak ahli mendesak orang untuk tidak menanggapi komentar buruk atau menyakitkan ke dalam hati, menjadi kesal, atau yang bahkan hingga menyerah pada impian mereka.

Penting untuk diketahui bahwa troll atau agresor mencari reaksi karena tujuan utama mereka adalah untuk menyakiti atau memprovokasi emosi. Semakin banyak perhatian yang diterima agresor, semakin mereka akan terus menulis postingan negatif.

Untuk menghadapi pengganggu tanpa membahayakan kesehatan mental Anda sendiri, adalah praktik yang baik untuk mengajari anak-anak cara menangani komentar negatif, misalnya, mengabaikan postingan troll, menghapus komentar negatif, atau melaporkan penghinaan. Mungkin juga ide yang baik untuk menonaktifkan komentar.

Kunci Akun Medsos

Ketiga, untuk mengurangi risiko bertemu haters atau berbagi informasi sensitif, pertahanan yang baik adalah dengan meningkatkan tingkat privasi akun. Berbagai jejaring sosial memiliki pengaturan privasi yang berbeda.

Facebook misalnya, platform imi memiliki Pusat Bantuan khusus, yang akan membantu menyesuaikan pengaturan privasi untuk akun Facebook dan menawarkan pilihan alat untuk melawan cyberbullying.

Misalnya, perusahaan telah mengembangkan Pusat Anti-Bullying terpisah untuk Remaja. Pengguna juga dapat melacak siapa yang menandai mereka di konten mereka. Ini dapat dilakukan di pengaturan Chronicle & Tag. Pilihan yang bagus adalah memeriksa konten yang sudah diterbitkan dengan tag pengguna, dan, jika perlu, Anda dapat menghapus diri sendiri dari konten yang tidak ingin dikaitkan dengan, menggunakan "Log Aktivitas".

Sementara di Instagram, pengguna dapat menggunakan alat pembatasan untuk melindungi akun mereka tanpa memberi tahu pengunjung yang tidak diinginkan. Perubahan pengaturan privasi memungkinkan Anda memilih siapa yang dapat menonton dan mengomentari konten pengguna. Anda dapat memoderasi komentar di bawah posting Anda.

Instagram bisa melacak konten yang diposting oleh pengguna. Jika platform melihat kemungkinan pelanggaran, itu akan memberi tahu pengguna bahwa mereka akan mempublikasikan informasi yang melintasi batas.

Terakhir di Twitter, situs micro blogging ini memiliki Online Bullying help center sendiri untuk bantuan dan saran. Kemudian, perluasan filter notifikasi, memungkinkan pengguna untuk memfilter akun tempat mereka menerima notifikasi.

Misalnya, mereka mungkin tidak menerima pemberitahuan dari pengguna tanpa gambar profil. Salah satu langkah efektif juga adalah opsi untuk memblokir pengguna. Ini mencegah akun yang diblokir untuk memposting, melihat tweet Anda, dan membaca feed Anda. Pusat Bantuan Twitter Khusus akan memberi pengguna semua alat yang diperlukan untuk melindungi data pribadi dan tweet.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore