
Perusahaan perangkat lunak kreatif desain, Adobe. (Sumber: Adobe)
JawaPos.com - Adobe telah meluncurkan Logo baru untuk mengidentifikasi gambar dan konten yang dibuat atau diedit menggunakan alat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perusahaan berkolaborasi dengan banyak mitra seperti BBC, Microsoft, Nikon, dan Truepic untuk mengembangkan solusi yang disebut Kredensial Konten.
Adobe menggunakan solusi ini untuk menambahkan data tentang sumber file gambar, video, atau PDF ke metadata. Ini akan menunjukkan apakah algoritma AI digunakan dalam proses pembuatan atau pengeditan file data.
Data yang relevan akan secara otomatis ditambahkan ke Adobe Photoshop dan Premiere. Microsoft juga berencana memberikan dukungan di Bing Image Creator. Saat aplikasi atau browser (diimplementasikan menggunakan JavaScript) yang mendukung fitur ini menampilkan konten, LOGO berupa huruf kecil “cr” akan muncul di pojok kanan atas gambar.
Setelah pengguna mengkliknya, sebuah popup muncul dengan informasi tentang gambar tersebut. Pengguna juga dapat mengunggah file yang dimaksud ke situs web khusus, di mana metadata yang diperlukan akan muncul.
Adobe bukan satu-satunya perusahaan yang menepati janjinya untuk menawarkan penandaan konten bertenaga AI. Google sebelumnya telah meluncurkan solusinya sendiri yang disebut SynthID. Baru-baru ini, para ilmuwan Amerika membantah keefektifan metode ini, dengan alasan bahwa memalsukan metadata tidak akan sulit.
Kredensial Konten adalah fitur baru yang digunakan Adobe untuk memastikan orang mengetahui apakah suatu konten berasal dari manusia atau AI. Jika pengguna membuat beberapa perubahan pada gambar asli menggunakan AI, fitur ini akan mendeteksinya.
Ini memainkan peran penting dalam memastikan transparansi konten dan data. Kredensial Konten memberikan “label nutrisi” untuk konten digital dan merupakan cara untuk memverifikasi bagaimana suatu konten dibuat dan dimodifikasi.
Seperti sudah disinggung di atas, solusi ini dirilis Adobe bersama para mitranya merupakan respons atas perkembangan teknologi terkini yakni AI. Kemampuan AI mengolah foto kerap membuat orang terkecoh dan gagal membedakan yang asli dan yang palsu.
Hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi banyak orang. Juga, ini merupakan salah satu dampak buruk dari hadirnya teknologi AI yang saat ini banyak digunakan dalam bidang kreatif berupa karya foto dan gambar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
