
Amanda Anisimova (Dok. Instagram @amandaanisimova)
JawaPos.com - Amanda Anisimova menjadi sorotan dunia tenis setelah berhasil menyingkirkan petenis peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, dengan skor 6-4, 4-6, 6-4 di semifinal Wimbledon 2025 pada Kamis (10/7) silam.
Kemenangan ini tak hanya menjadi pencapaian pribadi terbesar dalam karier Anisimova, tetapi juga membuka peluang sejarah baru bagi tenis putri Amerika. Jika ia mampu mengalahkan Iga Swiatek di partai final, Anisimova akan menjadi petenis Amerika pertama yang merebut gelar Wimbledon sejak Serena Williams pada 2016.
Dari seorang talenta muda yang nyaris tenggelam karena tekanan mental, kini Anisimova bangkit sebagai penantang serius gelar Grand Slam. Untuk mengulas lebih lanjut, berikut sejumlah fakta menarik tentang Amanda Anisimova yang dikutip dari Fox News, Jumat (11/7).
1. Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil
Lahir di New Jersey pada 31 Agustus 2001, Amanda merupakan anak dari pasangan imigran asal Rusia, Konstantin dan Olga Anisimova. Saat usianya masih tiga tahun, keluarganya pindah ke Miami, Florida. Di situlah ia mulai mengenal tenis, dipandu langsung oleh sang ayah yang juga menjadi pelatih pertamanya. Idolanya sejak kecil? Tak lain adalah Serena Williams dan Maria Sharapova.
2. Bintang Muda yang Mencuri Perhatian
Nama Anisimova mulai dikenal dunia ketika ia tampil sebagai finalis Roland Garros junior 2016 di usia 14 tahun. Setahun kemudian, petenis asal Amerika Serikat itu menjuarai US Open Junior 2017 tanpa kehilangan satu set pun. Anisimova juga mengalahkan Coco Gauff di final tersebut, lawan yang kini jadi rivalnya di level profesional.
3. Karier Profesional dan Gelar WTA
Debut WTA Anisimova dimulai di Miami Open 2017 lewat jalur wildcard. Setahun setelahnya, ia mencatat kemenangan besar di Indian Wells 2018. Gelar WTA pertamanya datang pada 2019 di Bogota, Kolombia. Tahun yang sama, ia tampil impresif hingga semifinal French Open mengalahkan Simona Halep sebelum takluk dari Ashleigh Barty.
4. Patah Hati & Jeda Panjang dari Dunia Tenis
Kehilangan terbesar dalam hidupnya terjadi saat sang ayah meninggal karena serangan jantung menjelang US Open 2019. Tahun-tahun berikutnya pun berjalan sulit. Pada 2023, Anisimova memutuskan untuk vakum dari tenis karena burnout dan masalah kesehatan mental. Ia mengakui, tekanan dunia olahraga bisa membuat kesepian dan kehilangan arah.
5. Comeback Hebat di 2024–2025
Setelah delapan bulan rehat, Anisimova kembali bermain di awal 2024 di ASB Classic, dan tak butuh waktu lama untuk menunjukkan taringnya. Puncaknya, ia menjuarai turnamen WTA 1000 di Qatar awal 2025. Kini, ia berada di final Wimbledon, Grand Slam pertamanya sejak bermain tingkat junior.
6. Simbol Ketahanan Mental dan Harapan Baru Amerika
Dalam beberapa wawancara, Anisimova terbuka soal perjuangan mentalnya dan berharap kisahnya bisa memberi harapan bagi atlet lain. "Kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik," ujarnya kepada ESPN, mengutip laman CBS Sports, Jumat (11/7).

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
