
Pelatih Kepala panahan Indonesia Denny Trisjanto
JawaPos.com - Pelatih Kepala panahan Indonesia Denny Trisjanto menuturkan bahwa kegagalan para atletnya di Archery World Cup 2018 yang dihelat di Turki pada 20-27 Mei lalu bukan masalah besar. Meski pulang dengan tangan kosong, Denny melihat bahwa Riau Ega dan kawan-kawannya memperoleh pengalaman dan peningkatan performa.
Untuk diketahui, Indonesia gagal membawa pulang medali di Archery World Cup 2018. Duet mix recurve Riau Ega dan Diananda Choirunisa yang diharapkan mampu meraih medali justru kandas di perempat final oleh tim tuan rumah.
"Jadi di Turki kemarin skor anak-anak memang meningkat, tapi nggak dapat medali. Tapi tidak masalah, yang terpenting progresnya ada. Ini jadi titik baru untuk dikembangkan terus sampai Asian Games 2018 nanti," ujar Denny.
Denny menilai, pengalaman di Turki kemarin juga menambah jam terbang anak-anak didiknya, khususnya karena harus bertanding di venue dengan angin yang kencang.
"Kalau bicara kendala di sana, memang kami kurang lama latihan disana. Venue-nya di pinggir pantai, sehingga anginnya kencang. Ini yang membuat anak panah sulit mengenai target yang sudah dibidik. Tentu tetap akan ada evaluasi," katanya. (ISA)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
