
Marcel Kittel kembali menunjukkan ketangguhannya dalam sprint akhir pada etae 11 Tour de France 2017.
JawaPos.com - Pembalap sepeda asal Jerman, Marcel Kittel, kembali mencapai garis finis terdepan pada etape 11, Rabu (12/7). Bagi Kittel, ini menjadi kemenangan kelimanya pada Tour de France (TdF) 2017, terpaut satu dari rekor Mark Cavendish (Inggris) pada 2009.
Tahun ini, pembalap berusia 29 tahun memang tampil perkasa pada trek flat dengan memenangi etape 2, 6, 7, 10, dan 11. Dengan demikian, Kittel total sudah mengoleksi 14 kemenangan etape selama keikutsertaannya.
Pada final 300 meter di Pau, dari etape yang menempuh jarak 203,5 kilometer, pembalap Polandia, Maciej Bodnar, sejatinya sempat memimpin balapan. Namun, Kittel mampu melewati sang rival dengan pembalap Belanda, Dylan Groenewegen di posisi kedua dan Edvald Boasson Hagen di tempat ketiga.
"Momen sempurna. Balapan untuk jersey hijau belum berakhir tapi saya berhasil memaksimalkan setiap kesempatan yang saya miliki sejauh ini," ucap pembalap dari tim Quick Step Floors, yang kini memimpin klasifikasi poin dan menguasai jersey hijau itu.
Sekali lagi Kittel punya cukup waktu untuk mengangkat lengannya tinggi-tinggi, menandakan kemenangan etape kelimanya tahun ini saat meluncur di atas garis finis di depan pesaingnya.
"Ketika Anda berada di tingkat atas sebagai sprinter, ini seperti bermain tetris dan Anda hanya mencoba menemukan celahnya. Saya tidak melakukan kesalahan dan lagi saya bisa melompat dari satu roda ke roda lain," urai Kittel.
"Sungguh menyenangkan memberi tim kemenangan karena tim saya semua bekerja keras - mereka adalah juara dan mereka berjuang untuk saya," pungkasnya.
Kittel sekarang teraut satu etae dari Mark Cavendish, yang memenangi enam etape pada 2009. Tahun ini, Cavendish gagal melanjutkan lomba akibat kecelakaan. Kittel, dengan tiga dari 10 etape tersisa yang berpotensi menghadirkan sprint pada akhir lomba, punya kesempatan melampaui catatan Cavendish.
Kittel berpeluang kembali menunjukkan ketangguhannya dalam mengayuh sepeda pada sprint akhir di etape 16, 19, dan 21 saat menuruni Champs Elysees. Dia juga memegang keunggulan yang mungkin tidak dapat dikejar dalam persaingan memperebutkan jersey hijau, dengan total 335 poin sampai sejauh ini, lebih banyak 133 poin dari pembalap Australia, Michael Matthews.
Meski begitu, jersey kuning sebagai simbol pemuncak klasifikasi umum masih dimiliki juara bertahan dari Team Sky, Chris Froome. Pria asal Inggris raya itu unggul 18 detik secara keseluruhan dari pembalap Italia, Fabio Aru, dan 51 detik di dean Romain Bardet. (ira/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
