
Photo
JawaPos.com – Persiapan Indonesia sebagai host Asian Games 2018 terus digeber dengan kencang. Apalagi, sejak Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi Ketua Tim Pengarah. Dirinya terus meminta progress demi progress.
Progres terbaru bakal terjadi pada rapat JK dengan Inasgoc di FX Sudirman, pagi ini. Wakil Ketua II Inasgoc, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, sejumlah isu, dengan muara besarnya adalah efisiensi anggaran, bakal dibawa sebagai tindak lanjut pada rapat Rabu pekan lalu (15/3).
Yang pertama berkaitan dengan pengurangan jumlah cabor. Sebelumnya, JK sudah mengungkapkan bahwa dirinya ingin jumlah cabor Asian Games setara dengan Asian Games 2014 di Incheon, yakni 36 cabor.
Gatot menjelaskan, Rabu kemarin (22/3), pada rapat pimpinan Inasgoc, dirinya sudah menjelaskan mengenai skema cabor yang sudah dipaparkan oleh Kasatlak Prima, Achmad Soetjipto, dengan dihadiri oleh Anggota Bidang Penyelenggara, Erwin Aksa.
Jika merujuk kepada penjelasan Wakil Direktur Departemen Olahraga Inasgoc, Lukman Niode, skema ideal adalah 39 cabor dengan rincian 33 cabor Olimpiade, tiga cabor pilihan Indonesia (Bridge, Jetski, dan Paragliding), dan tiga cabor rekomendasi OCA (Dewan Olimpiade Asia).
Adapun cabor-cabor rekomendasi OCA merupakan cabor tradisional kawasan yang dianggap memiliki nilai branding tertentu yang bisa menaikkan sponsor. Seperti Kabaddi, Kurash, maupun Sepak Takraw. ”Besok (hari ini) Pak Tjip (sapaan akrab Achmad Soetjipto) bakal memaparkan skenario pengurangan cabor itu kepada Pak JK,” ujar Gatot ketika ditemui di Media Center Kemenpora kemarin (24/3).
Gong utamanya, Soetjipto bisa meyakinkan skenario ideal itu kepada JK. ”Namun, jika Pak JK meminta tetap di kisaran 36-37 cabor, tentu bakal diformulasikan lagi,” ujar Gatot.
Dalam diskusi pengurangan cabor tersebut, tentu OCA juga harus dilibatkan. Gatot kemudian menuturkan, sempat ada wacana untuk berkirim surat kepada OCA pekan depan (29/3).
Namun, hal itu kemudian diurungkan setelah sempat ada kabar JK sendiri yang akan melobi OCA. ”Teknisnya maupun keputusannya bagaimana bakal ditentukan pada rapat besok (hari ini),” paparnya.
Kemudian, pembahasan lain yang bakal dilakukan adalah mengenai progres venue, baik untuk pertandingan maupun untuk wisma atlet. Gatot menerangkan, program renovasi untuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Kemayoran sudah sesuai jadwal.
Dari data per 23 Maret yang dipegangnya, perkembangan dua kawasan tersebut sudah mencapai 33,15 persen dari perkiraan semula 32,59 persen. ”Secara umum, belum ada kendala yang dijumpai,” jelas Gatot.
Nah, perlambatan justru terjadi di Palembang, dimana Kota Pempek tersebut juga membangun untuk cabor Boling.
Gatot memaparkan, dari perkiraan semula 13,24 persen, realisasinya baru 10,43 persen. ”Sedangkan untuk wisma atlet bisa selesai lebih cepat dari jadwal,” jelas Gatot yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kemenpora tersebut.
Hal lain yang menjadi concern adalah sektor-sektor apa saja yang bakal terkena pengetatan anggaran.
Gatot melanjutkan, rencananya, rapat hari ini bakal dihadiri oleh Basuki Hadimuljono, dan Menkominfo Rudiantara. ”Menteri PUPR diundang karena bakal ditanyakan masalah pembangunan. Sementara Menkominfo karena menemukan solusi terkait dengan pembahasan anggaran di bidang IT,” tukasnya. (apu)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
