
FIT: Legenda motocross Indonesia Johny Pranata sejatinya mulai aktif bersepeda pada 1991. Sejak pensiun usai kecelakaan tragis pada tahun 2000, Johny menjadikan sepeda sebagai aktifitas olahraga utama.
Johny Pranata bisa disebut sebagai legenda terbesar motocross Indonesia. Dia adalah ikon yang memopulerkan olahraga itu hingga ke pelosok negeri. Pada masa pensiun, Johny menekuni hobi bersepeda.
--
Nama Johny Pranata memang sangat berkibar pada periode 1980 sampai 1990-an. Prestasi demi prestasi konsisten dia ukir, baik level nasional maupun tingkat internasional. Pada masa itu, dia benar-benar tidak punya pesaing. Tak terkalahkan!
Perjumpaannya dengan dunia motocross dimulai dari Lombok, kampung halamannya. Setelah lulus SMA, pada usia 18 tahun, Johny nekat pindah dari daerah asalnya ke Surabaya untuk meniti karir sebagai crosser profesional. Menurut Johny, bila tetap di Lombok, prestasi motocross-nya tidak akan berkembang.
Pada 1982 Johny terpilih sebagai crosser di tim Yamaha Pit Corner. Setelah itu, pria yang sekarang memiliki dua anak tersebut aktif mengikuti berbagai kejuaraan. Satu demi satu prestasi dia raih dan menjadikannya salah seorang pembalap terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Dalam berbagai kejurnas dan seri balapan nasional mulai 1988 hingga 1990-an, Johny selalu menyabet juara. Meskipun juga kerap mengalami cedera seperti patah tulang kaki dan bahu lantaran gerakan jumping legendaris yang menjadi andalannya.
Pada 1999 Johny memutuskan untuk tidak beraksi lagi di sirkuit. Namun, pada 2000 dia masih mengikuti kejuaraan motocross level daerah di Situbondo. Nahas, dalam kejuaraan tersebut, nyawanya nyaris terenggut. Saat itu dia memang tak memakai body protector.
Badannya terbentur badan motornya karena salah mendarat ketika melakukan gerakan jumping di udara. Dia terjatuh dan mengalami luka bagian dalam. Cederanya kali ini bukanlah patah tulang yang kerap dia alami. Meski cederanya tak mengeluarkan darah, Johny kesulitan bernapas. Keadaan makin parah karena Situbondo belum punya fasilitas rumah sakit memadai.
Karena sudah parah, Johny dilarikan ke rumah sakit di Jember yang mempunyai fasilitas lebih lengkap. Namun sayang, karena sedang weekend,dokter tidak berada di tempat. Johny kemudian dibawa ke Surabaya dan langsung mendapatkan penanganan. Setelah dilakukan rontgen, ternyata diketahui livernya robek seluas setengah lingkaran. ’’Saat itu saya merasa ajal saya sudah dekat,’’ ucapnya.
Untung, nyawanya masih terselamatkan. Sebab, selaput pembungkus liver Johny masih utuh dan tak ikut robek. Selaput pembungkus livernya hanya bocor dengan ukuran diameter sehelai rambut. Menurut Johny, bila selaput pembungkus livernya bocor sedikit lebih besar saja, nyawanya diperkirakan hanya bertahan tiga jam.
Johny mendapatkan jahitan 18 sentimeter dan dirawat di rumah sakit selama sebelas hari. Selama dua tahun, setelah insiden tersebut, Johny nyaris tidak melakukan aktivitas berat. Hanya makan, tidur, dan berjalan-jalan di sekitar rumah. Sekarang dia sudah sembuh total.
Kini, setelah tak menggeluti motocross, Johny menekuni hobi baru, yaitu bersepeda. Tujuannya, kondisi fisiknya tetap terjaga. Saat ini dia tergabung dalam komunitas sepeda MTB Tretes Biker Community. Kadang dia juga gowes bareng klub Surabaya Road Bike Community (SRBC).
”Bersepeda itu fun, bikin sehat, dan bisa bertemu dengan teman-teman yang seusia dengan saya,” katanya. ”Saya sekali bersepeda bisa 20 sampai 60 kilometer. Ini cara saya untuk menjaga kesehatan,” imbuhnya. (nes/c9/nur)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
