Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2017 | 03.59 WIB

Legenda Motocross Indonesia Johny Pranata Kini Aktif Bersepeda

FIT: Legenda motocross Indonesia Johny Pranata sejatinya mulai aktif bersepeda pada 1991. Sejak pensiun usai kecelakaan tragis pada tahun 2000, Johny menjadikan sepeda sebagai aktifitas olahraga utama. - Image

FIT: Legenda motocross Indonesia Johny Pranata sejatinya mulai aktif bersepeda pada 1991. Sejak pensiun usai kecelakaan tragis pada tahun 2000, Johny menjadikan sepeda sebagai aktifitas olahraga utama.


Johny Pranata bisa disebut sebagai legenda terbesar motocross Indonesia. Dia adalah ikon yang memopulerkan olahraga itu hingga ke pelosok negeri. Pada masa pensiun, Johny menekuni hobi bersepeda.



--



Nama Johny Pranata memang sangat berkibar pada periode 1980 sampai 1990-an. Prestasi demi prestasi konsisten dia ukir, baik level nasional maupun tingkat internasional. Pada masa itu, dia benar-benar tidak punya pesaing. Tak terkalahkan!



Perjumpaannya dengan dunia motocross dimulai dari Lombok, kampung halamannya. Setelah lulus SMA, pada usia 18 tahun, Johny nekat pindah dari daerah asalnya ke Surabaya untuk meniti karir sebagai crosser profesional. Menurut Johny, bila tetap di Lombok, prestasi motocross-nya tidak akan berkembang.



Pada 1982 Johny terpilih sebagai crosser di tim Yamaha Pit Corner. Setelah itu, pria yang sekarang memiliki dua anak tersebut aktif mengikuti berbagai kejuaraan. Satu demi satu prestasi dia raih dan menjadikannya salah seorang pembalap terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.



Dalam berbagai kejurnas dan seri balapan nasional mulai 1988 hingga 1990-an, Johny selalu menyabet juara. Meskipun juga kerap mengalami cedera seperti patah tulang kaki dan bahu lantaran gerakan jumping legendaris yang menjadi andalannya.



Pada 1999 Johny memutuskan untuk tidak beraksi lagi di sirkuit. Namun, pada 2000 dia masih mengikuti kejuaraan motocross level daerah di Situbondo. Nahas, dalam kejuaraan tersebut, nyawanya nyaris terenggut. Saat itu dia memang tak memakai body protector.



Badannya terbentur badan motornya karena salah mendarat ketika melakukan gerakan jumping di udara. Dia terjatuh dan mengalami luka bagian dalam. Cederanya kali ini bukanlah patah tulang yang kerap dia alami. Meski cederanya tak mengeluarkan darah, Johny kesulitan bernapas. Keadaan makin parah karena Situbondo belum punya fasilitas rumah sakit memadai.



Karena sudah parah, Johny dilarikan ke rumah sakit di Jember yang mempunyai fasilitas lebih lengkap. Namun sayang, karena sedang weekend,dokter tidak berada di tempat. Johny kemudian dibawa ke Surabaya dan langsung mendapatkan penanganan. Setelah dilakukan rontgen, ternyata diketahui livernya robek seluas setengah lingkaran. ’’Saat itu saya merasa ajal saya sudah dekat,’’ ucapnya.



Untung, nyawanya masih terselamatkan. Sebab, selaput pembungkus liver Johny masih utuh dan tak ikut robek. Selaput pembungkus livernya hanya bocor dengan ukuran diameter sehelai rambut. Menurut Johny, bila selaput pembungkus livernya bocor sedikit lebih besar saja, nyawanya diperkirakan hanya bertahan tiga jam.



Johny mendapatkan jahitan 18 sentimeter dan dirawat di rumah sakit selama sebelas hari. Selama dua tahun, setelah insiden tersebut, Johny nyaris tidak melakukan aktivitas berat. Hanya makan, tidur, dan berjalan-jalan di sekitar rumah. Sekarang dia sudah sembuh total.



Kini, setelah tak menggeluti motocross, Johny menekuni hobi baru, yaitu bersepeda. Tujuannya, kondisi fisiknya tetap terjaga. Saat ini dia tergabung dalam komunitas sepeda MTB Tretes Biker Community. Kadang dia juga gowes bareng klub Surabaya Road Bike Community (SRBC).



”Bersepeda itu fun, bikin sehat, dan bisa bertemu dengan teman-teman yang seusia dengan saya,” katanya. ”Saya sekali bersepeda bisa 20 sampai 60 kilometer. Ini cara saya untuk menjaga kesehatan,” imbuhnya. (nes/c9/nur)






Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore