
TIDAK SABAR: Peserta Maybank Bali Marathon 2017 berpose bersama di race pack village di Taman Bhagawan, Tanjung Benoa, Bali, Sabtu 916/8).
JawaPos.com - Besok (Minggu, 27/8) ajang Maybank Bali Marathon 2017 dihelat. Ada sembilan ribu peserta dengan 3.500 peserta di antaranya mengambil kategori full marathon. Menempuh jarak 42,195 kilometer, kategori long run itu cukup jauh. Baiklah, untuk pelari pemula, itu jauh. Anda salah satu diantara mereka? Jika iya, baca yang satu ini biar bisa finish strong.
Wahyu Qurnia Pisca Rizky, Lead Project Manager for MBM 2017, memaparkan beberapa tip dan trik untuk lolos full marathon dengan baik. Alias finish di bawah COT atau cut of time. ”Berat,” kata lelaki 36 tahun itu lantas tertawa.
Rizky, panggilan akrabnya, juga pelari. Dan dia sudah mengikuti delapan kali race full marathon. Dijelaskan Rizky, untuk semua peserta full marathon, saran pertamanya adalah jangan mengikuti emosi. ”Terutama di 10 kilometer pertama,” ulasnya.
Di 10 kilometer pertama itu, pelari harus berlari dengan pace nyaman yang masih memungkinkan untuk mengobrol dengan santai. Rizky menyarankan untuk mengobrol dengan teman yang mungkin juga ikutan lari. Atau, dengan peserta lain. Atau kalau tidak ada yang diajak ngobrol, bernyanyilah. Lakukan itu dengan nafas normal tidak tersenggal-senggal. Jika Anda tersenggal-senggal artinya sudah terlalu kencang.
”Jangan terbawa arus mengikuti peserta lain yang di awal start sudah kencang. Energi itu akan terbuang percuma. Masih ada 32 kilometer lagi di depan.”
Berlari santai itu bisa dilakukan sampai mencapai kilometer ke 21. ”Tantangan selanjutnya memang setelah masuk kilometer 21. Tubuh biasanya sudah sakit,” sambungnya. Bila ini terjadi, Rizky menyarankan agar pelari mendengarkan apa yang dikatakan tubuh.
Kalau terasa sakit, nikmati sakit itu. Dirasakan jangan dilupakan. Berdasar pengalaman Rizky, saat otak berbicara dengan rasa sakit itu biasanya malah hilang. Tetapi, ketika sakitnya dilupakan, rasa nyeri dan segala macam itu malah terasa.
Lepas kilometer 21, tantangan berikutnya begitu memasuki kilometer 33. ”Pelari baru atau lama sama saja. Di kilometer 33 itu adalah race pikiran. Ini adalah waktu ketika Anda berbicara pada diri sendiri. “Aduh… Why? Mengapa saya ikut ini? Besok-besok enggak mau ikut lagi. Mengapa? Mengapa,”” katanya lantas tertawa.
Tetapi, kata Rizky, dia menjamin, semua rasa berantakan tersebut akan langsung hilang begitu memasuki finish. ”Tiga menit setelah masuk finish line, semua rasa sakit dan penderitaan itu usai. Selesai. Lega. Dan ujungnya, ketagihan,” paparnya.
Saat melewati tanjakan, Rizky menyarankan agar pelari tidak berlari dengan langkah lebar. ”Berlarilah dengan langkah kecil-kecil. Kita bukan orang Kenya yang kakinya panjang. Memang terlihat lucu, tetapi langkah kecil saat menanjak membantu tubuh kita untuk berlari lebih baik dan minim cidera,” sarannya.
Dan yang tidak boleh dilupakan adalah minum. ”Saya pribadi tidak mengonsumsi gel. Saya lebih suka makan. Saya bawa kurma dan memilih pisang bila ada,” katanya. Minuman elektrolit kata Rizky sebenarnya cukup. Namun, jangan terlalu berlebih.
”Saya bisanya “menyimpan” minuman elektrolit itu di dalam mulut. Tidak langsung ditelan. Gulanya bantu memulihkan energi saya.”
Namun memang, jika ingin ikut ajang full marathon harus dipersiapkan dengan matang. Lakukan latihan yang benar dengan porsi yang sesuai dengan kemampuan. Jangan memaksakan tubuh. ”Dengarkan tubuh Anda. Kalau Anda merasa hari ini rasanya “enggak deh,” maka dengarkanlah.”
Selain itu, turunkan intensitas latihan begitu mendekati race. ”Namanya tapering. Dan itu harus dilakukan. Berbulan-bulan latihan bisa tidak ada gunanya saat Anda mengalami cidera,” tuturnya.
Dan di atas semua itu, enjoy the race. ”Tersenyumlah. Sapalah marshal. Tos dengan anak-anak yang mungkin berdiri di pinggir jalan untuk memberikan semangat. Ngobrol dengan pelari lain. Relaks dan semua akan baik-baik saja,” sambung Rizky.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
