Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 September 2017 | 22.05 WIB

Chris Froome Menuju Terbaik dalam Sejarah

JUARA: Chris Froome Menuju Terbaik dalam Sejarah. - Image

JUARA: Chris Froome Menuju Terbaik dalam Sejarah.

Christopher Froome sukses melakukan apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya, menjadi juara Tour de France dan Vuelta a Espana di tahun yang sama. What’s next?


Ulasan AZRUL ANANDA


BAGI penggemar cycling, tidak perlu dijelaskan betapa beratnya menjuarai dua grand tour (lomba tiga pekan) dalam satu tahun.


Bagi yang belum terlalu paham, apa yang dilakukan Chris Froome tahun ini bisa menjadi penjelasan luar biasa.


Dalam sejarah balap sepeda dunia, hanya ada dua orang sebelum Froome yang memenangi Tour de France dan Vuelta a Espana di tahun yang sama. Jacques Anqutil pada 1963 dan Bernard Hinault pada 1978.


Tapi waktu itu, La Vuelta berlangsung sebelum Le Tour. Dan waktu itu, formatnya belum tiga pekan (21 etape) seperti sekarang. Pada 1963 “hanya” 15 etape dan pada 1978 berlangsung 19 etape.


Apa yang dilakukan Froome benar-benar superhuman. Karena dia melakukan historic double ini di era modern. Saat kedua lomba sama-sama terdiri atas 21 etape, dan hanya terpisah sekitar sebulan.


Coba bayangkan. Ada 72 hari antara awal Tour de France 1 Juli lalu dengan akhir Vuelta a Espana Minggu kemarin (10/9). Dalam 72 hari itu, Froome balapan sebanyak 42 hari (masing-masing lomba 21 hari).


Hebatnya lagi, dalam 42 hari lomba itu, Froome harus berjuang dan bertahan memimpin lomba sebanyak 32 hari.


Sangatlah sulit bagi seorang cyclist di era modern ini untuk mempertahankan form selama itu. Karena itulah banyak sekali orang yang gagal memenangi dua grand tour dalam tahun yang sama.


Segala persiapan dan perencanaan Froome dan Team Sky tahun ini benar-benar berjalan sesuai harapan. Sebelum Tour de France, Froome sangat membatasi partisipasi lomba. Dengan demikian, dia bisa fresh menghadapi lomba itu, lalu menjaganya hingga La Vuelta.


Team Sky juga membagi pasukan pembantu dengan begitu baik. Fokus menurunkan climber-climber terbaik untuk mengawal Froome di kedua lomba.


Dan Froome memaksimalkan segala kesempatan! Dia tampak begitu emosional usai mengunci gelar di puncak Angliru, Sabtu lalu (9/9). Lebih emosional daripada saat memenangi Tour de France!


“Perasaannya begitu luar biasa. Momen seperti inilah yang membuat segala pengorbanan, segala waktu yang kami habiskan jauh dari rumah, menjadi worth it”, tandas pembalap 32 tahun itu.


Dengan sukses bersejarah, nama Froome pun akan tercatat dalam sejarah. Dan ternyata, banyak pihak menyebut pembalap Inggris itu layak dapat pengakuan lebih hebat lagi.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore