Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 22.54 WIB

Jeep Tak Beroperasi, Kondisi Wisata Merapi Hampir Lumpuh

DIHENTIKAN: Sesuai dengan kesepakatan dan imbauan Sri Sultan, Wisata Jeep Lava Tour Merapi dihentikan sementara waktu. - Image

DIHENTIKAN: Sesuai dengan kesepakatan dan imbauan Sri Sultan, Wisata Jeep Lava Tour Merapi dihentikan sementara waktu.

JawaPos.com - Tak beroperasinya Jeep Lava Tour membuat kondisi wisata lereng Gunung Merapi sepi dari kunjungan. Hal ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat yang mengandalkan perekonomiannya dari aspek wisata.


Tokoh dari Masyarakat Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, Badiman mengatakan, imbas dari tak beroperasinya Jeep wisata dirasakan juga oleh pihak terkait. Baik itu petugas parkir, pedagang, maupun mereka yang menyewakan sepeda motor trail.


"Dampaknya luar biasa, karena memang sampai saat ini yang diandalkan untuk mendatangkan wisatawan itu dari Jeep Lava Tour," katanya saat ditemui di rumahnya, di Hunian Tetap (Huntap) Karangkendal, Cangkringan, Sabtu (23/6).


Kondisi wisata sangat sepi. Bahkan menurutnya, pengunjung yang datang bisa dihitung dengan jari. Padahal banyak masyarakat yang mengandalkan perekonomian keluarga dari wisata.


Ia menyebut, mereka pelaku wisata dari Jeep ada sekitar 1.000 orang. Baik yang dari sisi barat, yaitu kawasan Kaliurang, Pakem, maupun di Cangkringan. Belum termasuk pedagang, juru foto, maupun petugas parkir, yang kalau ditotal bisa mencapai 5.000 jiwa penghidupannya dari wisata.


"Yang off kan Jeep, meski sepi pedagang masih tetap jualan sekarang. Tidak hanya pedagang di Kinahrejo saja, tapi ada juga di Bebeng, Petung, Panguk. Kalau menuju ke sana harus memakai Jeep, sulit melaluinya menggunakan kendaraan pribadi," katanya.


Turunnya kunjungan wisata ini terparah, setelah sebelumnya ada peningkatan status Merapi dari normal ke waspada. Pada masa libur lebaran kemarin misalnya, hampir 50 persen turunnya jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Ia pun berharap agar selanjutnya Jeep bisa segera beroperasi kembali. Terutama bagi armada-armada yang layak. "Jangan digebyah-uyah (sama-ratakan), armada Jeep banyak yang layak," ucapnya.


Sebelumnya, asosiasi Jeep baik yang barat yaitu wilayah Pakem dan timur di Cangkringan sepakat menghentikan sementara operasional Jeep. Dari Sabtu (23/6) hingga Senin (25/6) nanti.


Keputusan itu diambil karena imbuan dari Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X yang meminta untuk dihentikan sementara. Agar dilakukan pengecekan kendaraan bagi yang memang bisa jalan ataupun tidak.


"Sekarang pemilik-pemilik Jeep baik yang layak maupun tidak, fokusnya memperbaiki armadanya," kata Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) wilayah barat, Dardiri.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore