
DIHENTIKAN: Sesuai dengan kesepakatan dan imbauan Sri Sultan, Wisata Jeep Lava Tour Merapi dihentikan sementara waktu.
JawaPos.com - Tak beroperasinya Jeep Lava Tour membuat kondisi wisata lereng Gunung Merapi sepi dari kunjungan. Hal ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat yang mengandalkan perekonomiannya dari aspek wisata.
Tokoh dari Masyarakat Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, Badiman mengatakan, imbas dari tak beroperasinya Jeep wisata dirasakan juga oleh pihak terkait. Baik itu petugas parkir, pedagang, maupun mereka yang menyewakan sepeda motor trail.
"Dampaknya luar biasa, karena memang sampai saat ini yang diandalkan untuk mendatangkan wisatawan itu dari Jeep Lava Tour," katanya saat ditemui di rumahnya, di Hunian Tetap (Huntap) Karangkendal, Cangkringan, Sabtu (23/6).
Kondisi wisata sangat sepi. Bahkan menurutnya, pengunjung yang datang bisa dihitung dengan jari. Padahal banyak masyarakat yang mengandalkan perekonomian keluarga dari wisata.
Ia menyebut, mereka pelaku wisata dari Jeep ada sekitar 1.000 orang. Baik yang dari sisi barat, yaitu kawasan Kaliurang, Pakem, maupun di Cangkringan. Belum termasuk pedagang, juru foto, maupun petugas parkir, yang kalau ditotal bisa mencapai 5.000 jiwa penghidupannya dari wisata.
"Yang off kan Jeep, meski sepi pedagang masih tetap jualan sekarang. Tidak hanya pedagang di Kinahrejo saja, tapi ada juga di Bebeng, Petung, Panguk. Kalau menuju ke sana harus memakai Jeep, sulit melaluinya menggunakan kendaraan pribadi," katanya.
Turunnya kunjungan wisata ini terparah, setelah sebelumnya ada peningkatan status Merapi dari normal ke waspada. Pada masa libur lebaran kemarin misalnya, hampir 50 persen turunnya jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ia pun berharap agar selanjutnya Jeep bisa segera beroperasi kembali. Terutama bagi armada-armada yang layak. "Jangan digebyah-uyah (sama-ratakan), armada Jeep banyak yang layak," ucapnya.
Sebelumnya, asosiasi Jeep baik yang barat yaitu wilayah Pakem dan timur di Cangkringan sepakat menghentikan sementara operasional Jeep. Dari Sabtu (23/6) hingga Senin (25/6) nanti.
Keputusan itu diambil karena imbuan dari Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X yang meminta untuk dihentikan sementara. Agar dilakukan pengecekan kendaraan bagi yang memang bisa jalan ataupun tidak.
"Sekarang pemilik-pemilik Jeep baik yang layak maupun tidak, fokusnya memperbaiki armadanya," kata Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) wilayah barat, Dardiri.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
