Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 22.46 WIB

Sejarawan Ungkap Fakta Dibalik Penentuan Tanggal HUT DKI Jakarta

Sejarawan Universitas Indonesia, JJ Rizal memberikan penjelasan HUT DKI Jakarta - Image

Sejarawan Universitas Indonesia, JJ Rizal memberikan penjelasan HUT DKI Jakarta

JawaPos.com - Masyarakat mengetahui HUT DKI Jakarta jatuh pada tanggal 22 Juni. Pada tahun ini Jakarta berusia 491 tahun. Di tanggal tersebut juga dikenal terjadi peristiwa saat Kerajaan Demak merebut kawasan Sunda Kelapa. Saat itu, tengah diduduki Portugis.


Sejarawan dari UI, JJ Rizal menjelaskan, ditetapkannya tanggal 22 Juni sebagai HUT Jakarta dilatarbelakangi alasan politis. Sebab, tanggal tersebut diresmikan oleh Wali Kota Jakarta, Sudiro yang memimpin pada 1953-1960.


Periode itu, Ibu kota Indonesia baru dikembalikan ke Jakarta setelah sebelumnya berada di Yogyakarta. Dari situlah, Sudiro berpikir Jakarta perlu memiliki Hari Ulang Tahun yang bisa dirayakan, setelah itu ia membentuk sebuah tim untuk menetapkan HUT Jakarta.


"Sebagai pesanan politik maka di dalamnya itu orang yang ditugaskan itu juga melakukan tindakan politik misalnya dalam artian dia memilih tahunnya," kata Rizal saat ditemui di Pasar Seni Ancol, Jumat (22/6).


Rizal menjelaskan terpilihnya tahun 1527 sebagai hari lahirnya Jakarta karena bertepatan dengan momen nasionalisme dalam melawan kolonialisme penjajah. "Tahun itu jadi cerminan semangat antikolonial karena saat itu kekuatan pribumi Islam bisa mengusir kekuatan Eropa Portugis," terangnya.


Saat tim dibentuk Sudiro, ada perbedaan pendapat dalam penetapan tanggal 22 Juni sebagai hari kelahiran Jakarta. Perbantahan dilakukan oleh Husein Jayadiningrat, cendekiawan yang bukunya dikutip oleh tim perumus.


"Yang menarik tanggal sama bulannya itu enggak pernah ada. Jadi dibuat-buat dibikin-bikin. Husein bilang tanggal dan bulannya salah, tahunnya benar, dia setuju," jelasnya.


Singkat cerita perdebatan pun berakhir sampai Sudiro bisa menetapkan Hari Kelahiran Jakarta jatuh pada 22 Juni 1527. Rizal mengemukakan Sudiro menang karena keputusan politik yang diembannya.


Walaupun begitu, Rizal memandang perdebatan yang sempat terjadi tidak memiliki basis sejarah yang kuat. Bahkan dirinya sempat menuturkan perdebatan tersebut lebih banyak story-nya ketimbang history-nya.


"Ya sudah kita terima saja jadi kita enggak usah meributkan benar atau salahnya tapi kita hargai itu sebagai keputusan politik," pungkasnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore