Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 16.41 WIB

Dedi Mulyadi Klaim Sudah Kunjungi 1.200 Desa

Cawagub Jabar Dedi Mulyadi saat sesi debat publik k-3 di Ballroom Sudirman, Bandung, Jumat (22/6). - Image

Cawagub Jabar Dedi Mulyadi saat sesi debat publik k-3 di Ballroom Sudirman, Bandung, Jumat (22/6).

JawaPos.com - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi optimistis menang di Pilgub Jabar 2018. Modalnya adalah kedekatan dengan masyarakat. Terutama di desa dan perkampungan. Selama lima tahun, Dedi mengklaim sudah mengunjungi sekitar 1.200 desa.


"Mungkin di antara kandidat lain, saya yang paling banyak bertemu dengan masyarakat. Sehingga secara kultur memahami dan kalau lihat dari sisi aspek survei, mereka tidak ngomong lho. Karena mereka ada di pinggiran desa dan kampung-kampung," kata pria yang akrab disapa Demul dalam acara debat kandidat di Ballroom Sudirman, Bandung, Jumat (22/6).


Bicara soal daerah pemilihan (dapil), Demul bersama Calon Gubernur (Cagub) Jabar Dedi Mizwar yakin menang di beberapa Kota dan Kabupaten. Seperti Subang, Karawang, Purwakarta, Depok dan Bekasi.


Kemudian di Kabupaten bogor juga yakin menang karena tingkat kunjungan yang dirasa sangat masif dan sudah lama dijalankannya. "Di Kota Bogor juga. Saya mentargetkan Kota Bandung, KBB. Wilayah lain juga saya optimis menang," ujarnya.


Meski semua daerah dianggap berat, tapi dengan kerja keras maka semua daerah menjadi ringan. Hal itu menjadi modalnya selama lima tahun keliling. "Bekerja keras, konsistensi juga integritas kami pada masyarakat yang tidak pernah main-main," paparnya.


Sebelumnya, Demul menilai debat publik putaran ketiga tidak ramai. Karena antarkandidat tidak diperkenankan untuk saling bertanya satu sama lain. Secara situasi juga masih kurang. Acara debat tidak boleh ada tim hore. Sehingga acara bisa berjalan dengan lancar dan kondusif.


"Ketika ada kandidat berbicara, berteriak-teriak dengan yel-yel itu kan mengganggu konsentrasi. Tapi ini bahan evaluasi ke depan. Tidak ada tim hore, cukup para akademisi yang melihat. Tim hore nonton di TV juga cukup. Jadi suasananya tidak riuh seperti nonton sepakbola," pungkasnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore