
Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait tragedi karamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6) sore. Lewat keterangan tertulisnya, Luhut menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang menelan nyawa ratusan orang tersebut.
Menurut pria kelahiran Toba Samosir itu, ada beberapa hal yang bisa jadi penyebab tenggelamnya kapal. Dirinya pun terus memantau perkembangan evakuasi korban di lapangan melalui Menteri Perhubungan, Basarnas, para bupati, dan aparat terkait.
"Bersama ini juga saya sampaikan bahwa peristiwa yang terjadi kemarin terjadi karena beberapa hal seperti pembangunan fasilitas infrastruktur yang belum menyamakan peningkatan jumlah wisatawan dan kurangnya disiplin dari penyelenggara serta pengawas angkutan kapal," kata Luhut, Jumat (22/6).
Hingga saat ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus melakukan investigasi di lapangan. "Khusus untuk kedisplinan ini, saya setuju dengan langkah Kapolri untuk menindak siapa pun yang terbukti bersalah dalam hal ini. Menurut saya hukum harus ditegakkan kepada siapa saja yang melakukan kelalaian pada kecelakaan ini," katanya.
Kecelakaan di Danau Toba bukanlah kali pertama. Namun tampaknya, evaluasi untuk memperbaiki sistem penyelenggara kapal hanya seperti pepesan kosong. Kata Luhut, saat ini pemerintah sedang melakukan pembangunan lima dermaga di Danau Toba dan pembenahan fasilitas dermaga.
"Menurut saya pembangunan fasilitas dan infrastruktur di wilayah tersebut mau tidak mau harus mengikuti peningkatan kunjungan wisatawannya. Saya akan datang ke lokasi secepatnya untuk melakukan evaluasi apa saja yang perlu dilakukan dan diperbaiki. Semoga kecelakaan ini menjadi yang terakhir dan pelajaran untuk kita semua." tandasnya.
Untuk diketahui hingga kini Tim SAR terus melakukan pencarian terhadap korban KM Sinar Bangun. Pencarian sudah memasuki hari kelima. Namun belum ada temuan korban dalam jumlah signifikan.
Teranyar, data Basarnas menunjukkan korban selamat sebanyak 19 orang dan meninggal dunia 3 orang. Sedangkan yang masih dalam pencarian berdasar data yang masuk ke posko terpadu sebanyak 184 orang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
