Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 12.30 WIB

Debat Pamungkas, Petahana Minta Maaf Tak Dapat Penuhi Janji

Debat publik terakhir Pilgub Riau 2018 di ballroom Hotel Labersa Pekanbaru, Riau pada Jumat (22/6) malam. - Image

Debat publik terakhir Pilgub Riau 2018 di ballroom Hotel Labersa Pekanbaru, Riau pada Jumat (22/6) malam.

JawaPos.com - Debat publik terakhir Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau 2018 berlangsung di ballroom Hotel Labersa Pekanbaru, Riau, Jumat (22/6) malam. Yang mengejutkan, dalam segmen dengan tema tentang pertajaman misi, calon gubernur nomor urut 4, Arsyadjuliandi 'Andi' Rachman atau petahana malah memanfaatkan waktu singkat itu untuk meminta maaf kepada masyarakat Riau.


Permintaan maaf disampaikan lantaran ada janji-janji politiknya ketika maju Pilgub Riau 2013 bersama dengan Annas Maamun masih ada yang belum terealisasi.


"Ada janji politik yang pernah disampaikan tahun 2013 yang belum terpenuhi. Kekurangan ini tidak memuaskan. Saya tidak akan menjanjikan sesuatu di luar kesanggupan kecuali ada campur tangan dari Allah. Jika Allah meridhoi tentu kami siap untuk melanjutkannya," ucap Andi yang berpasangan dengan Suyatno.


Usai meminta maaf, pasangan yang diusung oleh PDIP, Golkar dan Hanura ini pun memaparkan program pada misi ketiga mereka untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.


Menurut Andi, ekonomi berkeadilan terwujud dari cara bagaimana pemimpin dalam hal ini Gubernur menciptakan infrastruktur yang baik. "Juga tentu tanpa membedakan masyarakat etnis, agama, skala ekonominya. Sekaligus dalam rangka kita untuk bagaimana meningkatkan daya saing dalam daerah kita," sebutnya.


Pertajaman misi juga ditanyakan kepada para pasangan calon lain. Pasangan calon nomor urut 1, Syamsuar dan Edy Natar Nasution yang diusung oleh partai PAN, Nasdem dan PKS ini, diminta untuk menjabarkan soal pelayanan prima di misi kelima tentang mewujudkan tata kelola pemerintah dan pelayanan publik yang prima.


"Sesuai dengan misi, kami ingin menyelenggarakan pemerintah yang baik, bebas dari KKN. Itu dimulai dari gubernurnya. Tentunya dengan komitmen kita, kita harus menindaklanjuti dengan e-government," ujar Syamsuar.


E-government yang dimaksud Bupati Siak ini, dengan memberikan sistem informasi dan sistem pemerintahan dengan memanfaatkan elektronik. Untuk itu, tidak memberikan ruang terhadap korupsi di pemerintah.


"Kami berharap, di bawah kepemimpinan kami bebas korupsi. Caranya juga bekerja sama dengan KPK, polisi dan jaksa agar penyelenggaraan dapat diterapkan dengan prima yang baik sehingga pelaksanaan pelayanan satu pintu secara gratis dan tidak bertele-tele dan tidak memberikan kesulitan kepada investor," jelas Syamsuar.


Kemudian pasangan calon nomor urut 2, Lukman Edy dan Hardianto ditanya soal program untuk menghilangkan disparitas atau jarak dalam aksesibilitas wilayah yang terdapat pada misi nomor dua.


"Menghilangkan disparitas itu penting, untuk memberikan gambaran pemerintah kepada rakyat. Kita berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan permasalahan. Dalam rangka menyelesaikan infrastruktur dasar di pedesaan maka program satu miliar per desa program yang praktis masuk ke masyarakat. Bisa menyelesaikan secara langsung segala persoalan infrastruktur," sebut LE.


Pasangan yang diusung oleh PKB dan Gerindra ini memang mengelu-elukan program satu miliar per desa per tahun. "Kita punya program ke depannya, kita bangun infrastruktur dengan pembangunan jalan, sehingga aksesibilitas ke daerah bisa tercapai. Tidak ada isolasi bagi daerah terpencil," ucap LE.


Untuk pasangan nomor urut 3, Firdaus dan Rusli Efendi diajukan pertanyaan soal misi nomor lima mereka. Yaitu apa sinergi untuk menciptakan kehidupan sosial melalui penanaman modal, kearifan lokal dan budaya Melayu sebagai jati diri Riau.


Menurut pasangan yang diusung oleh Demokrat, PPP dan PBB ini kearifan lokal Riau mempunyai daya saing tersendiri. Tentunya dengan itu bisa memikat hati para investor untuk menanamkan modalnya di Riau.


"Yang paling utama keamanan dalam berinvestasi. Maka masyarakat harus menjaga itu, budaya Melayu yang menjadi pemersatu dijadikan benteng dengan keramah tamahan untuk mengundang para investor," ungkap Firdaus.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore