Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 11.30 WIB

Setelah Diteror Lewat SMS, Giliran Mobil Ade Darmawan yang Dirusak OTK

DIRUSAK:  Setelah mendapat teror lewat pesan singkat, kini giliran mobil milik Ade yang dirusak Orang Tidak Dikenal (OTK). - Image

DIRUSAK: Setelah mendapat teror lewat pesan singkat, kini giliran mobil milik Ade yang dirusak Orang Tidak Dikenal (OTK).

JawaPos.com - Aksi Ustad Ade Darmawan yang membongkar dugaan umrah fiktif yang diduga dilakukan calon gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berbuntur panjang. Setelah mendapat teror lewat pesan singkat, kini giliran mobil milik Ade yang dirusak Orang Tidak Dikenal (OTK). 


Pengerusakan mobil dilakukan pada Kamis (21/6) malam.  Kejadian itu berlangsung saat Ade dan beberapa rekannya pulang dari posko Sumut Semangat Baru. Mereka menumpang di beberapa mobil.


Salah satu mobil itu milik Ade. Namun saat kejadian Ade tidak ada di dalam mobil. Ia memilih menumpang mobil lainnya. "Mobil yang biasa saya pakai di dalamnya rekan saya Ustad Ali," kata Ade, Jumat (22/6) malam. 


Mobil kemudian berpencar. Ade berangkat ke rumah untuk bersiap ke Lubuk Pakam, menyiapkan kampanye akbar Djarot-Sihar pada Sabtu (23/6). "Saat itu saya mau masuk mobil. Saat itu sopir mobil yang satu lagi bilang mobil mereka dilempar atau dipukul di kawasan Jalan AH Nasution. Mobil itu memang yang biasa saya pakai, mungkin dikira saya di dalam," ungkapnya.


Ade pun menduga teror yang terus diterimanya adalah akibat dirinya yang terus meminta Edy Rahmayadi jujur atas dugaan umrah fiktifnya. Bahkan Ade sedang getol mengkampanyekan memilih pemimpin jujur pada 27 Juni mendatang. 


"Sudah saatnya kita jujur, saatnya kita dipimpin oleh orang yang jujur. Sebenarnya simpel saja, kalau memang berangkat umrah silahkan tunjukkan visanya, toh semua orang berhak umrah kan. Hanya saja jangan menuduh orang yang menginginkan kejujuran justru diminta agar bertobat. Seolah kita yang menginginkan kejujuran yang bohong," ungkapnya.


Dia menejelaskan, apa yang diperjuangkan bukanlah karena persoalan Pilgub 2018. Lebih dari itu, Ade menilai berbagai isu perbedaan yang dimunculkan di tengah masyarakat sudah dalam mengkhawatirkan karena mengancam persatuan.


"Ini persoalan NKRI atau radikalisme. Kita mau tunjukkan yang mau NKRI tidak memunculkan isu SARA. Nah, kalau yang sedikit-sedikit mengkafir-kafirkan orang itu radikal namanya. Saya akan tetap bersuara," tegasnya.


Kasus pengerusakan itu pun sudah dilaporkan ke polisi dan tercatat dalam laporan bernomor STPL/VI/1279/2018/STPL Restabes Medan. 


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore