Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 02.38 WIB

Keluarga Korban Gelar Mangelek: Ritual Mengundang Arwah

Keluarga Loncar Nainggolan (korban) melaksanakan ritual mangelek di tepi Danau Toba, pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Jumat (22/6). - Image

Keluarga Loncar Nainggolan (korban) melaksanakan ritual mangelek di tepi Danau Toba, pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Jumat (22/6).

JawaPos.com - Pencarian korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun sudah masuk hari ke-5. Namun tim belum membuahkan hasil yang signifikan. Beberapa keluarga korban masih menunggu di pelabuhan Tigaras.


Setiap kapal tiba, keluarga langsung bertanya apakah ada jenazah yang dibawa. Suasana duka masih menyelimuti pelabuhan. Banyak keluarga korban memilih menunggu. Harapannya tetap bisa melihat jasad anggota keluarga korban.


Seperti yang dilakukan keluarga Nainggolan. Mereka menggelar tikar di tepi pelabuhan. Mata mereka terus menyorot ke arah danau. Sesekali menunjuk ke arah danau.


Doa-doa terus dipanjatkan para anggota keluarga. Mereka menggelar ritual 'mangalek'. Dalam adat Batak mangalek adalah ritual untuk mengundang arwah dari orang yang sudah meninggal.


Salah satu anggota keluarga, Maria Magdalena Munthe mengatakan, ritual mangalek itu sengaja mereka lakukan untuk mengundang arwah suaminya Loncer Nainggolan, dan dua saudaranya yang ikut dalam rombongan KM Sinar Bangun.


"Biar datangnya dia (suami) itu. Jadi kita bisa tau dia dimana. Ini doa doa dalam adat Batak," kata wanita yang dipanggil Opung oleh keluarga lainnya.


Mangalek dilakukan dengan berdoa sambil memegang beberapa lembar daun sirih. Setelah berdoa, daun sirih kemudian diletakkan di tepi danau. Anggota keluarga Nainggolan secara bergantian memanjatkan doa dengan daun sirih.


Sambil berbincang, Maria tampak memegangi beberapa botol tuak yang diletakkan dalam plastik hitam. Tuak itu bukan bagian dari ritual.


"Tuak ini kesukaan suami saya. Jadi dia suka minum tuak. Makanya saya bawa juga ke sini. Supaya (arwah) dia datang," katanya dengan mata berkaca-kaca


Dia juva bercerita bagaiman Loncar dan dua saudaranya bisa ikut dalam rombongan kapal. Loncar dan dua saudaranya baru saja menghadiri acara adat keluarga.


Maria tidak memiliki firasat buruk sama sekali daat Loncar dan dua anggota keluarga lainnya naik ke kapal. Hingga kini Loncar belum ditemukan. Keluarga berharap agar mereka bisa ditemukan meski tinggal hanya jasad.


"Kalau ditemukan, biar kami makamkan dia dengan layak sesuai adat kami," tandasnya.


Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore