
Keluarga Loncar Nainggolan (korban) melaksanakan ritual mangelek di tepi Danau Toba, pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Jumat (22/6).
JawaPos.com - Pencarian korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun sudah masuk hari ke-5. Namun tim belum membuahkan hasil yang signifikan. Beberapa keluarga korban masih menunggu di pelabuhan Tigaras.
Setiap kapal tiba, keluarga langsung bertanya apakah ada jenazah yang dibawa. Suasana duka masih menyelimuti pelabuhan. Banyak keluarga korban memilih menunggu. Harapannya tetap bisa melihat jasad anggota keluarga korban.
Seperti yang dilakukan keluarga Nainggolan. Mereka menggelar tikar di tepi pelabuhan. Mata mereka terus menyorot ke arah danau. Sesekali menunjuk ke arah danau.
Doa-doa terus dipanjatkan para anggota keluarga. Mereka menggelar ritual 'mangalek'. Dalam adat Batak mangalek adalah ritual untuk mengundang arwah dari orang yang sudah meninggal.
Salah satu anggota keluarga, Maria Magdalena Munthe mengatakan, ritual mangalek itu sengaja mereka lakukan untuk mengundang arwah suaminya Loncer Nainggolan, dan dua saudaranya yang ikut dalam rombongan KM Sinar Bangun.
"Biar datangnya dia (suami) itu. Jadi kita bisa tau dia dimana. Ini doa doa dalam adat Batak," kata wanita yang dipanggil Opung oleh keluarga lainnya.
Mangalek dilakukan dengan berdoa sambil memegang beberapa lembar daun sirih. Setelah berdoa, daun sirih kemudian diletakkan di tepi danau. Anggota keluarga Nainggolan secara bergantian memanjatkan doa dengan daun sirih.
Sambil berbincang, Maria tampak memegangi beberapa botol tuak yang diletakkan dalam plastik hitam. Tuak itu bukan bagian dari ritual.
"Tuak ini kesukaan suami saya. Jadi dia suka minum tuak. Makanya saya bawa juga ke sini. Supaya (arwah) dia datang," katanya dengan mata berkaca-kaca
Dia juva bercerita bagaiman Loncar dan dua saudaranya bisa ikut dalam rombongan kapal. Loncar dan dua saudaranya baru saja menghadiri acara adat keluarga.
Maria tidak memiliki firasat buruk sama sekali daat Loncar dan dua anggota keluarga lainnya naik ke kapal. Hingga kini Loncar belum ditemukan. Keluarga berharap agar mereka bisa ditemukan meski tinggal hanya jasad.
"Kalau ditemukan, biar kami makamkan dia dengan layak sesuai adat kami," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
