Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 00.02 WIB

Tak Ada Firasat, Begini Kesedihan Keluarga Korban Kapal Tenggelam

Pihak Keluarga Ledixon yang tengah menunggu kabar di Posko Keluarga Nainggolan, Sumatera Utara. - Image

Pihak Keluarga Ledixon yang tengah menunggu kabar di Posko Keluarga Nainggolan, Sumatera Utara.


JawaPos.com - Keluarga Ledixon Nainggolan, warga Duren Sawit, Jakarta Timur dikabarkan hilang bersama isteri dan ketiga anaknya. Sampai saat ini, keluarga besar dari pihak korban pun masih menanti kabar dari pencarian yang masih berjalan.


Adik dari Ledixon, Wonni Fredi Nainggolan pun mengaku tidak pernah ada firasat atas musibah yang menimpa abang beserta keluarganya. Sebelum musibah tersebut, Fredi didatangi abangnya untuk ikut dalam peresmian tugu Oppu Labas.


"Abang ini datang ke rumah menanyakan acara Pesta Tugu ini kau harus ikut. Cuma saya bilang, bang saat ini saya nggak bisa ikut karena ada anak kita mau kuliah ini, terus anak yang SMP mau masuk SMA, jadi mungkin ditunda," jelas Fredi saat ditemui JawaPos.com, di kediaman korban, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (21/6).


Bahkan, Fredi menyampaikan telah direncanakan sebelumnya setelah peresmian tugu tersebut, ada acara pernikahan saudara (18/6). Maka, dirinya mengatakan kepada Ledixon agar berangkat bersama pada momen tersebut.


"Pesta Tugu ini sebenarnya acara satu nenek, satu kakek dan satu marga. Tugu baru direnovasi, jadi kita mau peresmiannya, nah jadi acara itu kita tidak bisa ikut," jelas Fredi.


Dirinya menjelaskan setelah acara Senin (18/6), sorenya Ledixon dan keluarganya berencana kembali ke Siantar dengan kapal jadwal terakhir. Walaupun kapal Feri ada, dirinya mengakui akan lebih cepat dengan kapal karena hanya akan menempuh 40 menit perjalanan.


"Sampai saat ini belum ada update, 80 persen keluarga kami sudah merapat di Samosir Simalindo, yang dari Jambi, Riau mungkin Jakarta dan Bandung akan berangkat dalam waktu dekat," tuturnya.


Dirinya mengakui karena anaknya ingin masuk kuliah, dia dapat terhindar dari musibah tenggelamnya kapal. Ini kejadian yang tidak diinginkan, dia meminta sarana prasana di Danau Toba sebaiknya dapat dibenahi.


"Saya bilang benahi karena keluarga saya tidak tahu ternyata kapal melebihi kapasitas dan kontrol nya tidak ada, Seharusnya itu dimuatin sekitar 50 orang ternyata infonya 180 orang ditambah dengan kendaraan sepeda motor jadi melebihi kapasitas," jelas Fredi.


Informasi yang didapatkan Fredi, tenggelamnya kapal juga karena pengaruh ombak yang besar. Maka, karena kapal overload terjadi ketidakseimbangan lalu terjadilah tenggelamnya kapal.


"Anak pertama itu kuliah di BSI Jatiwaringin, anak kedua tamat SMA mau masuk kuliah, yang ketiga SMA budaya kelas 2," tandasnya.


Begitupula pihak keluarga dari Lilis br Lubis isteri dari Ledixon, Amson Siahaan yang tengah berkunjung ke kediaman korban. Dia mengaku sangat sedih dan belum berencana menggelar doa bersama karena pencarian yang belum selesai.


"Untuk yang terjadi di sana biasanya di update. Katanya masih dalam pencarian karena sudah ada yang berangkat kita percayakan aja. Ini yang di sana juga setiap ditelpon masih nangis terus," kata Amson dengan mata berkaca-kaca.


Dirinya berharap saudaranya dan keluarganya dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Sebab, pulangnya Lilis ke kampung dikatakan hanya acara keluarga dan liburan. 


"Saya tahu dan dikabari sekeluarga mau ke sana. Dapat kabar kemalangan ini Selasa sore dari grup Keluarga, jelas sekali kami sangat sedih," jelasnya memegang kening.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore