Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Juni 2018 | 19.46 WIB

Serukan Pemimpin Jujur untuk Sumut, Pendukung Ade Darmawan Bertambah

Aksi tandatangan Pemuda DjOSS Kota Medan sebagai bentuk dukungan untuk Ade Darmawan. - Image

Aksi tandatangan Pemuda DjOSS Kota Medan sebagai bentuk dukungan untuk Ade Darmawan.

JawaPos.com - Dukungan kepada Ade Darmawan, Ustad yang mengusut dugaan umroh fiktif yang dilakukan Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut)  Edy Rahmayadi terus bertambah. Relawan Pemuda DJOSS Medan menggelar aksi tandatangan sebagai bentuk dukungan moral terhadap pengusaha travel itu.


Aksi tandatangan dilakukan Lapangan Taman Jalan Kapiten Purba, Perumnas Simalingkar, Rabu (20/6). Dalam aksinya mereka juga mengkampanyekan, soal pemimpin jujur untuk Sumut.


Indra Mada Ritonga, Ketua Relawan Pemuda DJOSS Kota Medan mengungkapkan, kejujuran menjadi syarat mutlak yang wajib dimiliki oleh siapapun yang ingin jadi pemimpin di Sumut. Karenanya, siapapun warga yang mendambakan kejujuran seorang calon pemimpin, harus mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat, bukan justru diintimidasi.


"Kejujuran menjadi hal yang mutlak calon pemimpin Sumatera Utara. Kita sudah punya pengalaman gubernur yang tidak jujur. Kita tidak mau hal yang sama terjadi lagi," kata Indra.


Indra menjelaskan, intimidasi terhadap Ustad Ade Darmawan merupakan upaya untuk merusak Sumatera Utara dengan membiarkan orang yang tidak jujur untuk memimpin provinsi ini. Karenanya mereka berkomitmen bahwa intimidasi-intimidasi seperti ini harus dilawan dengan satu gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.


"Kami telah mendengar bahwa ustad Ade itu diancam. Kebetulan saja dia merupakan ustad yang mendukung Djoss. Seandainya tidak berasal dari pendukung Djoss pun kami akan tetap membela dia, karena dia itu seorang ustad yang mengajarkan kejujuran. Kita selaku muslim akan membantu agar beliau tetap bersemangat," ujarnya.


Sementara itu, aksi dukungan terhadap Ustad Ade Darmawan juga dilakukan di Tugu Pahlawan, Lapangan Merdeka Binjai. Sekitar 50-an warga setempat membubuhkan tanda tangan sebagai simbol dukungan terhadap pemuka agama yang mendapat intimidasi.


“Kami tidak ingin ustad yang ingin mengungkap kebenaran justru diintimidasi. Hati kami sungguh tergugah untuk memberikan dukungan,” ujar Indra, koordinator aksi.


Semakin dekat dengan pelaksanaan Pilgub Sumut 2018, konstelasi politik menurut Indra dipastikan akan semakin tinggi. Belajar dari kondisi yang dialami oleh Ustad Ade Darmawan, Pemuda Djoss berharap tidak ada bentuk-bentuk intimidasi ataupun ancaman-ancaman di tengah masyarakat.


Sebelumnya diberitakan, Ade mendapat pesan singkat beberapa hari setelah dia memaparkan soal dugaan umroh fiktif yang dilakukan Edy. Oknum yang mengirimi pesan singkat itu mengancam akan membunuh Ade. Pesan singkat itupun membuat mental Ade bergidik. 


“Hei Jongos Cepat Kocabut Spanduk Pemimpin Jujur MU Itu. Udah Kami Gambar Posisimu Keluargamu, Siang Ini Koterima Balasan, Halal DarahMU DJONGOS !!” begitu pesan singkat yang diterima Ade.


Ternyata ancaman itu tidak cuma sekali. Setelah pesan singkat yang pertama, Ade kembali menerima yang kedua.


"Kami Tunggu Sampai Ashar, Kalau Tidak Koturunkan Spandukmu Di Makam Pahlawan, Malaikat Maut Akan Menjemptmu.” ujar pengirim pesan singkat.


Dua pesan singkat itu diterima Ade, Senin (11/6) sekitar pukul 09.49 WIB. Ade memang mengakui pihaknya memang memasang spanduk bertuliskan ‘Pilihlah Pemimpin yang Jujur’ atas nama Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).


Kasus itu pun sudah dilaporkan ke kepolisian dengan nomor pelaporan LP/1204/VI/2018/SPKT RESTABES MEDAN.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore