
Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Komjen Pol Mochamad Iriawan resmi dilantik sebagai Penjabat Gubernur (Pj) Jawa Barat oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Senin (18/6).
JawaPos.com - Dilantiknya Komjen Mochamad Iriawan sebagai penjabat Gubernur Jawa Barat terus menuai polemik. Sejumlah pihak menilai adanya maladministrasi hingga motif politik yang dilakukan Mendagri, Tjahjo Kumolo. Akan tetapi, hal berbeda justru disampaikan oleh Pengamat Politik Universitas Mercu Buana, Maksimus Ramses Lalongkoe. Menurutnya, muatan politik justru terlihat kental disuarakan oleh sejumlah pihak yang memiliki motif politik.
"Yang mempersoalkan itu yang justru bermuatan politik. Jadi bukan pengangkatannya bernuansa politik, tapi pihak yang persoalkan itu yang punya motif politik," kata Maksimus Ramses Lalongkoe saat dikonfirmasi, Rabu (20/6).
Pernyataan Ramses ini berkaca pada pemerintahan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di mana saat itu, Presiden Indonesia dua periode itu melakukan pelantikan terhadap perwira tinggi dengan rangkap jabatan.
Selain Ramses, hal senada juga disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut pihak istana memiliki bukti Mayjen TNI Achmad Tanribali Lamo dan Mayjen TNI Setia Purwaka menjadi Pj Gubernur dengan status yang sama seperti Komjen M Iriawan.
"Jabatan kepala daerah itu kan jabatan politik, di zaman SBY juga kan kalau saya tidak salah pernah nunjuk jenderal juga," ujar Ramses.
Untuk itu, kata Ramses, pengangkatan Komjen Mochamad Iriawan tidak perlu dipersoalkan lantaran terdapat dalam Undang-undang.
"Bahkan mengangkat jenderal aktif jadi penjabat jadi saya pikir tidak ada salahnya. Sebab diatur dalam UU, Pasal 201 ayat 10 UU Pilkada, Pasal 109 UU Aparatur Sipil Negara serta Permendagri," jelasnya.
Untuk diketahui, pada 27 Juni mendatang akan dilangsungkan pemungutan suara Pilkada serentak di 171 daerah, termasuk Provinsi Jawa Barat dan beberapa kota serta kabupaten di provinsi tersebut.
Pelantikan Komjen Mochamad Iriawan dikhawatirkan memiliki muatan politik untuk berpihak pada salah satu calon dari empat calon yang bersaing.
Pasalnya, di wilayah Jawa Barat akan bersaing empat calon kepala daerah, yaitu, Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum; Tubagus Hasanudin dan Anton Charliyan; Sudrajat dan Ahmad Syaikhu; serta Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
