Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 07.41 WIB

Komjen Iwan Bule Jadi Pj Gubernur Jabar, PDIP Ungkit Kebijakan SBY

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari membandingkan persaoalan Iwan Bule dengan kebijakan zaman SBY. - Image

Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari membandingkan persaoalan Iwan Bule dengan kebijakan zaman SBY.

JawaPos.com - Penunjukkan Komjen Pol M Iriawan atau dikenal dengan panggilan Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jawa Barat menuai serangan bertubi-tubi pada pemerintah. Anak buah Ketua Umum PDIP Eva Kusuma Sundari pun angkat bicara. Politisi perempuan itu membandingkan era Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Menurut Eva yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP itu mengatakan, sebaiknya keputusan melantik Iwan Bule - sapaan akrab Iriawan- ini didebat terlebih dahulu di Komisi II DPR, karena penjelasan dan argumen pemerintah soal itu juga solid.


Pasalnya diketahui, serangan terhadap pemerintah tidak hanya dianggap melanggar Undang-undang Polri dan UU Pilkada, tapi mulai mengarah pada wacana menggulirkan Hak Angkat DPR tentang Pj Gubernur Jabar.


"Keppres pengangkatannya sudah double check dengan biro hukum di Sekretariat Negara dan internal Kementerian Dalam Negeri. Jadi tidak ada masalah," ujar Eva, Selasa (19/6).


Eva bahkan mengingatkan publik pada peristiwa yang sama pada era Presiden SBY, yang juga pernah mengangkat sejumlah angota TNI dan Polri menjadi Pj.


"Zaman SBY hal tersebut juga pernah dilakukan. Yaitu tahun 2008, saat Pj Gubernur Sulsel adalah Mayjen TNI Ahmad Tanribali," ungkap Eva.


Dari unsur Polri, lanjut Eva, di era SBY juga terjadi pengangkatan Irjen Pol Carlo Tewu menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat. Saat itu, Carlo Tewu tak menjabat di posisi struktural Mabes Polri, melainkan menjabat di Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).


Karena itu, dirinya heran mengapa ketika di era Jokowi ada pengangkatan jenderal polisi menjadi Pj Gubernur diributkan. Terlebih lagi Iwan merupakan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).


"Ramenya hanya khusus ke Pak Iwan, ada apa? Harusnya santai saja supaya jernih. Ini masih bulan Syawal. Masih masa kontemplasi," pungkasnya. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore