
Ilustrasi buaya.
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan tempat untuk menampung buaya yang tengah diburu karena berkeliaran di perairan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Nantinya, buaya akan ditempatkan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Darjamuni mengimbau agar buaya tidak ditembak mati, melainkan menggunakan obat bius. Dengan begitu, buaya bisa ditangkap untuk kemudian dipelihara kembali.
“Seandainya masih ketemu, kita sudah punya tim dan kita tembak, tapi bukan tembak mati. Tapi tembak bius supaya nanti kita bisa tangkap dan kita pindahkan ke Taman Margasatwa Ragunan,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/6).
Dia menuturkan, sejak penemuan buaya tersebut pihaknya sudah membentuk tim bersama TMR dan Dinas Kehutanan. Mereka berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Hasilnya belum di-update sampai sekarang apa ditemukan atau tidak tapi yang pasti sekarang aman, banyak sekali yang menangani dari Angkatan Laut kita, tapi hasil akhir belum ada mudah-mudahan itu sudah tidak bermasalah lagi,” tutur Darjamuni.
Sebelumnya, seekor buaya nampak terekam tengah berenang di sekitar perairan Dermaga Sunda Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara sempat viral di media sosial. Buaya yang diketahui tidak terlalu besar ini nampak berenang ke arah barat Pantai Ancol.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) Letkol Laut (P) Agung Nugroho menyatakan, pihaknya telah mengerahkan tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) untuk memburu buaya yang muncul di Dermaga Sunda Pondok Dayung yang terlihat pada Kamis (14/6).
"Masyarakat tidak perlu khawatir, karena semua instansi dan pihak terkait di kawasan Ancol, melakukan penjagaan, pengawasan yang ketat. Kami dari pihak Armada 1 tetap melaksanakan penyisiran secara optimal, mengindari kerawanan dari kemunculan buaya tersebut," ujar Agung, Jumat (15/6).
Terpisah, Corporate Communication Taman Impian Jaya Ancol, Rika Lestari menuturkan, jika dilihat dari karakteristiknya, buaya tersebut merupakan buaya muara yang hidup di air payau. Sehingga, sangat kecil kemungkinan buaya tersebut mengarah ke pantai yang memiliki tipe air asin.
Sesuai standar operasional pengamanan, area pantai telah dipasang jaring di area beach pool untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
"Selain itu, tim pengaman pantai (life guard) terus berjaga 24 jam untuk mengawasi aktivitas di area pantai. Mereka juga terus berkoordinasi dengan pihak Satuan Kopaska Pondok Dayung," pungkas Rika.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
