
Penjabat Gubernur Jawa Barat Komjen Mochamad Iriawan.
JawaPos.com - Dilantiknya Komjen Pol Mochamad Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, terjadi pro kontra. Lantaran ketika posisi tersebut isi oleh seorang perwira Polri aktif dinilai akan mempengaruhi sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Jabar.
Pengamat politik Universitas Padjajaran (Unpad) Muradi menagatakan, penunjukan Iwan Bule sapaan Mochamad Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar tidak akan mempengaruhi netralitas Pilkada Jabar. Sebab pelaksanaan Pilkada serentak hanya tinggal menghitung hari menuju 27 Juni 2018 mendatang. Sehingga tidak adan berpengaruh terhadap kandidat tertentu.
"Ini bukan pejabat definitif, ini enggak lebih dari enam bulan. Saya kira itu waktu yang sangat sempit untuk melakukan perombakan secara besar-besaran," kata Muradi di Bandung, Senin (18/6).
Perihal akan mengganggu langkah-langkah internal di Pemerintah Provinsi Jabar, kata Muradi hal itu terlalu jauh. Sebelumnya pun ada beberapa daerah yang diisi oleh para anggota Polri dan TNi aktif. Sehingga dengan ditunjuknya Iwan Bule tidak perlu dikhawatirkan.
Bahkan, lanjutnya keputusan tersebut tidak melanggar Undang-Undang atau regulasi yang ada. Dengan tegas, Muradi pun mengatakan posisi Iwan Iwan Bule merupakan sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
"Langkah yang baik untuk Mendagri, menegaskan ada upaya melibatkan instansi lain dalam memperkuat kondisi di satu wilayah yakni Jabar," jelasnya.
Menurut Muradi, posisinya tidak dukung mendukung, namjn kwtika dilihat memang tidak ada yang dilanggar. Tetkait khawatir tidak netral dirinya sudah membuat simulasi berulang kali, semisalkan simulasi memenangkan pasangan calon nomor 2, hal tersebut tidak akan mungkin terjadi dalam waktu yang hanya tinggal sembilan hari lagi.
"Katakanlah bikin simulasi memenangkan nomor 2, enggak bisa. Enggak akan lebih dari 20 persen, kalau kita kejar dalam 9 hari karena luas wilayah. Saya merasa temen-teman yang khawatir mulai berlebihan, dan pasti akan teriak kalau polisi tidak netral," pungkasnya.
Pj Gubernur Jabar, M Iriawan pun mengatakan hal serupa, dirinya dan Apartur Sipil Negara (ASN) Jabar akan tetap netral. "Kami akan mengawasi ASN untuk netral. Jelas, itu prinsip kami," ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
