
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyindir pemerintah menjilat ludah sendiri dengan melantik Mochamad Iriawan (Iwan Bule) sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jawa Barat.
JawaPos.com - Pelantikan Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Komjen Pol Mochamad Iriawan terus menuai kritik. Keputusan tersebut dinilai tidak relevan sebab yang bersangkutan merupakan anggota Polri aktif.
Kritik juga dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Melalui akun resmi Twitter-nya @fadlizon, ia menuding pemerintah telah melakukan kebohongan kepada rakyat dengan melantik pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.
Selain itu penunjukkan Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar, juga dianggap menjatuhkan kredibilitas pemerintah. Dalam twitnya tersebut, Fadli turut menyinggung akun resmi Twitter Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) @Kemendagri_RI.
"Rencana pelantikan Komjen M. Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Menteri Dalam Negeri hari ini, Senin, 18 Juni 2018, menjatuhkan kredibilitas pemerintah. @Kemendagri_RI," ujar Fadli melalui Twitter.
Politikus Partai Gerindra itu menganggap keputusan ini turut mencederai semangat reformasi. Sebab masih banyak figur lain di luar anggota Polri aktif untuk mengisi jabatan tersebut.
"Selain mencederai semangat reformasi, memang tak ada alasan untuk menjadikan perwira polisi aktif sebagai Pj Gubernur Jawa Barat. Masih banyak pejabat lain yang lebih pas menduduki posisi itu termasuk pejabat di lingkungan @Kemendagri_RI," lanjut Fadli.
Lebih lanjut Fadli mempertanyakan sikap pemerintah tetap ngotot menunjuk mantan Kapolda Metro Jaya itu sebagai Pj Gubernur. Pasalnya, Fadli mengklaim, wacana ini telah lama mendapat penolakan dari masyarakat.
Bahkan pemerintah pada 20 Februari 2018 lalu melalui Kementerian Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), Polri, dan Kemendagri telah mencabut wacana tersebut. Namun, hal tersebut nyatanya sekarang berbanding terbalik.
"Tetap ditunjuknya nama yang bersangkutan tentu memunculkan pertanyaan. Kenapa pemerintah begitu ngotot menjadikannya sebagai Pj Gubernur Jabar, sehingga sampai tak segan menjilat ludah sendiri? Apa motifnya? Dulu alasannya rawan, tapi sejauh ini pilkada Jabar aman-aman saja," pungkas Fadli.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
