Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Juni 2018 | 06.23 WIB

Kata Akademisi Ini, Kritik AHY pada Jokowi Tak Lepas dari Bisikan SBY

Presiden Joko Widodo saat menrima kunjungan Agus Harimurti Yudhoyno (AHY) di Isanta Negara. - Image

Presiden Joko Widodo saat menrima kunjungan Agus Harimurti Yudhoyno (AHY) di Isanta Negara.


JawaPos.com - Kritikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait program-program pemerintah yang kurang sukses, merupakan fenomena lumrah, normal dan bagian dari dialektika berbangsa. Itu diungkapkan oleh pakar politik Universitas Al Azhar Indonesia, Zaenal A Budiyono.


Menurut Zaenal yang merupakan dosen Fakulutas Ilmu Sosial Politik (FISIP) itu, kritik dari Demokrat yang mendefinisikan dirinya sebagai partai penyeimbang, merupakan hal lumrah.


"Jadi apa yang dilakukan oleh AHY sebagai Ketua Kogasma Partai Demokrat wajar. Pasalnya, program pembangunan manusia itu gaungnya justru dikalahkan oleh santernya gaung pembangunan jalan tol dan jembatan," ujar Zaenal kepada JawaPos.com.


Zaenal juga memaparkan pandangan politik AHY tentu tidak lepas dari pengaruh pemikiran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sang ikon Partai Demokrat. Pasalnya, SBY diketahui sebagai  politisi yang mengedepankan pembangunan manusia, sebelum pembangunan fisik termasuk infrastruktur.


"Hal itu dapat dilihat dari jejak kebijakan SBY di APBN yang untuk pertama kalinya mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan. Bahkan untuk menjamin keberlanjutannya, SBY mengamanatkan hal itu melalui UU," papar Zaenal yang juga Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC) itu. 


Indikator lain yang dipaparkan oleh Zaenal terkait pembangunan SDM bangsa ini adalah soal terseok-seoknya program Revolusi Mental Jokowi yang sebelumnya diharapkan dapat mengubah kultur lama yang negatif di bangsa ini, menjadi energi positif.


"Indikatornya bisa dilihat di dunia maya, dimana sejak 2014 sampai saat ini, netizen seolah terbelah antara kubu Jokowi dan Prabowo. Cacian dan hujatan semakin hari bukannya menurun, justru menunjukkan grafik yang mengkhawatirkan," jelasnya.


Padahal, lanjut Zaenal, sebelumnya sosial media diharapkan membawa perdebatan cerdas dan sportif yang sebelumnya hanya ada di kampus, menjadi bisa dinikmati banyak kalangan, khususnya generasi milenial.


"Saya melihat AHY merasa situasi seperti itu seharusnya tidak terjadi bila revolusi mental sukses dijalankan," sambungnya.


Lantas apa yang bisa kita tangkap dari kritik AHY ke Jokowi saat Pilpres 2019 kian dekat? Zaenal berpandangan, Partai Demokrat sepertinya ingin mengirim pesan kepada Jokowi dan koalisinya untuk tidak terlalu berharap agar Partai Demokrat masuk koalisi.


"Pidato-pidato Jokowi yang kerap menyalahkan masa lalu sepertinya turut mempengaruhi perubahan sikap Partai Demokrat ini," imbuhnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore