
Kondisi kemacetan di Jalan Tol Palindra.
JawaPos.com - Tol Palindra yang menghubungkan Palembang - Indralaya menjadi salah satu alternatif para pemudik. Lantaran, jalan tersebut bebas hambatan. Banyaknya pemudik yang menggunakan tol tersebut, membuat kemacetan di gerbang tol sepanjang 22 kilometer itu tak terelakkan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Cabang Operasional Tol Palindra, Darwan Edison saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (17/6). Dikatakannya, kemacetan ini akibat pengendara yang ingin melintas melalui Tol Palindra banyak yang belum mempunyai uang elektronik. Selain itu, ada juga yang saldo uang elektroniknya tidak cukup sehingga harus dilayani oleh penjaga pintu tol.
"Akibatnya, para pengendara dibelakang harus menunggu terlebih dahulu," katanya.
Kemacetan ini memang sering terjadi. Namun, yang paling parah terjadi pada H+2 atau Sabtu (16/6). Dimana volume kendaraan paling tinggi sejak dibukanya seluruh seksi jalan Tol Palindra. Bahkan, kemacetan mencapai 200 meter dari gerbang pintu tol.
Ia menerangkan, sejak difungsionalkannya seluruh seksi pada tanggal 8 Juni, volume kendaraan diprediksi hanya 5.590 kendaraan sedangkan realisasinya mencapai 7.456 kendaraan.
Jumlah tersebut pun terus meningkat. Pada tanggal 9 Juni, volume kendaraan yang diprediksi hanya 6.012 kendaraan, realisasinya mencapai 12.006 kendaraan. Kemudian di tanggal 10 Juni, volume kendaraan yang diprediksi mencapai 5.703 kendaraan, realisasinya mencapai 13.256 kendaraan.
Bahkan, pada hari H+2 atau 16 Juni, volume kendaraan diprediksi hanya 6.210 kendaraan realisasinya mencapai 16.074 kendaraan. Itu merupakan volume tertinggi.
"Dari data ini menunjukkan realisasi pengguna tol cukup tinggi dibandingkan prediksi. Dan yang paling puncak itu pada H+2 atau 16 Juni," ujarnya.
Untuk, Minggu (17/6) kondisi berjalan normal meskipun para pengendara terlihat mengantri namun tidak terlalu panjang.
Meningkatnya pengguna jalan Tol Palindra ini menurutnya, karena memang berfungsi optimal mengatasi kemacetan dan lebih cepat daripada menggunakan jalan lintas. Terlebih lagi memiliki fasilitas seperti rest area, keamanan dan lain sebagainya serta diskon tarif 10 persen.
Meskipun begitu, ia berharap masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di Jalan Tol, serta pastikan kelengkapan sudah terpenuhi seperti kartu dan saldo uang elektronik.
"Kami himbau juga pengendara mengecek kendaraan sebelum mudik seperti ban, radiator dan lain sebagainya agar selama perjalanan kendaraan aman dan tidak terkendala," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
