
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan dan Direktur Utama KBS Chairul Anwar memberi makan jerapah di KBS, Minggu (17/6).
JawaPos.com - Kepadatan pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) mulai terlihat Minggu (17/6) ini. Sejumlah anggota Polrestabes Surabaya turut melakukan safari pengamanan di area dalam KBS.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan dan Direktur Utama KBS Chairul Anwar berkeliling ke sejumlah wahana. Mereka memastikan semua personel pengamanan bersiaga di setiap wahana yang menjadi titik keramaian.
Rudi mengatakan, pihaknya tak hanya memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung di dalam area KBS. Polisi juga mengupayakan kepastian keamanan di area parkir.
"Kami kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dan manajemen KBS untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Termasuk penyediaan lahan parkir," kata Rudi ditemui wartawan di KBS.
Selain memeriksa keamanan, Polrestabes Surbaya sekaligus menempatkan sejumlah personel berpakaian preman. Petugas tersebut akan berlalu lalang mengantisipasi dan memastikan keamanan. Utamanya di area dalam KBS.
"Karena saya dengar salah satu bentuk kerawanannya itu pencopetan. Tapi sejak tiga hari lalu hingga saat ini kami berkeliling (di KBS), belum ada kejadian (pencopetan)," kata Rudi.
Direktur Utama KBS Chairul Anwar menambahkan, pihaknya juga sudah menempatkan sejumlah personel keamanan. Selain tenaga pengamanan KBS, manajemen berkoordinasi dengan TNI, Satpol PP dan Linmas.
"Mengingat kami perlu antisipasi adanya teror bom. Selian itu, kami juga lakukan analisa keamanan di zona rawan yang berbahaya bagi pengunjung," terang Chairul.
Namun usai polisi berkeliling meninjau keamanan, salah seorang pengunjung KBS mengaku kecopetan. Korban bernama Ekawati, 27, asal Mojokerto. Dia mengaku kehilangan dompet dan uang tunai sebesar Rp 2,5 juta.
Awalnya, dia mengaku datang ke KBS sejak pukul 08.00 WIB. Sejam lebih berkeliling ke sejumlah wahana, dia sempat mampir dan berbelanja di salah satu stan souvenir di area dalam KBS.
Saat akan membayar belanjaannya, Ekawati langsung menyadari kalau barang bawaannya sudah raib. "Tas saya robek. Mungkin saya kecopetan di sekitar wahana menunggang gajah (Breakfast with Elephant)," kata Ekawati.
Berbeda dengan Arianti Putri, pengunjung KBS asal Sidoarjo. Dia beruntung tidak ada tindak kejahatan yang menimpa dirinya. Namun dirinya sempat was-was saat melihat puluhan polisi berkeliling di area dalam KBS.
"Sempat kaget. Saya kira ada bom lagi. Tapi saya pikir baguslah supaya nggak ada bom lagi kayak kemarin. Selain itu, biar nggak ada anak-anak terpisah dari keluarganya di area KBS," tuturnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
