Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Juni 2018 | 03.04 WIB

Supriyadi, Lebaran dan Memori di Terminal Terboyo

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengisahkan memori hidupnya saat masih berkecimpung di Terminal Terboyo, Senin (11/6). - Image

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengisahkan memori hidupnya saat masih berkecimpung di Terminal Terboyo, Senin (11/6).

JawaPos.com - Sosok Supriyadi di perpolitikan Kota Semarang memang sudah tak asing lagi. Kancahnya tak perlu diragukan lagi. Kariernya semakin moncer tatkala pria yang akrab disapa Mas Pri ini terpilih menjadi Ketua DPRD Kota Semarang pada 2014 silam.


Namun, Pri tak lantas lupa diri dan terus mengingat siapa dirinya ketika belum menjadi seperti saat ini. Terutama pada saat-saat jelang Hari Raya Idul Fitri macam ini, Pri selalu bertransformasi kembali sebagai pria yang kerap mangkal di terminal.


"Saya sebelum sampai ke sini (sekarang), itu kan saya muda di Terminal Terboyo. Belasan tahun, ya bantu cariin penumpang lah, jualin tiket. Sampai saya akhirnya dipercaya semacam jadi mandornya gitu lah. Di Jawa Indah juga pernah," ujarnya saat ditemui di kantornya, Gedung DPRD Kota Semarang, (11/6).


Momen Lebaran, kata Pri, biasa dipakainya untuk bereuni dengan rekan-rekan lawas. Layaknya bertemu kembali dengan keluarga selepas mudik jauh, orang-orang di terminal, maupun yang mengawali karier dari sana, sudah dianggap sebagai sanak saudara olehnya.


"Banyak orang yang punya pandangan negatif sama mereka yang hidup di terminal. Dari cara bergaulnya minum-minum, main perempuan, tapi saya tegaskan itu tidak semua. Banyak kok yang tidak seperti itu di terminal," sambungnya.


Bukan hanya kenangan manis akan masa muda, bergelut dengan dunia terminal juga membuat Pria kelahiran 5 Mei 1970 ini belajar akan banyak hal. Terutama tentang bagaimana menghargai sebuah perbedaan.


"Kan banyak itu orang datang atau pergi, dari latar belakang pendidikan, agama, ras, golongan. Ya secara tidak langsung maupun langsung, berinteraksi dengan mereka itu jadi tahu bagaimana menghormatinya. Ngobrol begitu, basa-basi, ya biar mereka juga mau naik bis kami lah," ujarnya sembari terkekeh.


Bapak tiga anak ini pun sempat menyinggung status terminal Terboyo, tempat serpihan-serpihan kenangan akan masa lalunya menggunung itu, yang berubah statusnya dari A ke C. Seiring dengan itu, sebagian terminal dipergunakan untuk terminal peti kemas dan truk.


Hal tersebut menurut Pri, membuat orang-orang yang mengais rejeki di sana layaknya terlantar, karena fungsi dari terminal itu sendiri kurang jelas. Banyak bangunan di sana yang sudah dibongkar pula dan kondisi ini membuat Pri sedikit banyak mengkhawatirkan teman-temannya. Mengingat selama ini Terboyo selalu menjadi jujugan, utamanya saat musim mudik, bagi penumpang sewaktu akan pindah bus ke tempat tujuan.


"Saya harus akui kehidupan di terminal itu keras. Saya coba hidup berdamai sama orang-orang sana, tapi yang namanya perkelahian itu selalu ada. Namun, bagaimanapun itu yang membuat ada suka duka itu ada. Ya ngangenin gitu lah," imbuhnya.


Untuk rencana tahun ini sendiri, Pri yang juga lulusan S 2 Universitas Sultan Agung Semarang ini, mengungkap bakal melakukan reuni lagi dengan kawan-kawan di Terboyo. Lantaran hal itu sudah menjadi semacam tradisi baginya.


Bukan hanya tradisi, adapun misi yang ia emban ketika menyambangi kawan-kawan di Terboyo. "Semoga saja kesan premanisme di sana bisa berubah. Sembari saya tunjukkan saya ada disana. Karena baik orang atau anaknya yang hidup di terminal itu banyak yang jadi juga. Dokter, tentara, atau saya misalnya. Kan mimpi pun sebenarnya saya tidak (jadi Ketua DPRD)," ujarnya.


Namun, Pri sebenarnya berencana mengawali lebaran penuh tradisi dan misi itu dengan agenda lain yang sudah ia susun sebelumnya. Dimulai dengan kumpul bersa keluarga, mudik ke tempat orang tua dan mertua di Solo, menghadiri open house di Balai Kota dan lain-lain.


"Sudah nggak sabar sih sebenarnya. Makan opor bareng, ketemu orang-orang yang jarang keliatan tapi tahu-tahu nongol. Gayanya aja tanya kabar saya, lapor situasi, tapi ujung-ujungnya tahu lah apaan (minta THR)," ucapnya geli.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore