Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Juni 2018 | 16.09 WIB

Jemaah Salat Idul Fitri Diajak Jadi "Manusia" Sebenarnya

Warga melaksanakan salat Idul Fitri dan mendenagarkan ceramah disampaikan penceraman di Masjid Masjid Ar-Rahman, Desa Sianjo-Anjo Meriah, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Jumat (15/6). - Image

Warga melaksanakan salat Idul Fitri dan mendenagarkan ceramah disampaikan penceraman di Masjid Masjid Ar-Rahman, Desa Sianjo-Anjo Meriah, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Jumat (15/6).

JawaPos.com - Selepas menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh, pada Jumat (16/6) ini, seluruh umat Islam meraih kemenangan dan melaksanakan salat Idul Fitri.


Salah satunya di Masjid Ar-Rahman, Desa Sianjo-Anjo Meriah, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, Jumat (15/6). Salat Ied dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan hingga akhir berlangsung khidmat.


Usai melaksanakan salat Eid jemaah tak langsung pulang. Mereka sejenak mendengarkan ceramaah agama singkat dari penceramah yang sudah ditentukan pengurus masjid. Kali ini disampaikan ustadz Asmudin.


Dalam ceramahnya, Asmudin mengajak seluruh umat Islam, khususnya jemaah salat Idul Fitri di Masjid Ar-Rahman untuk tetap menjadi manusia sebenarnya. Umat muslim harus tetap dan senantiasa menjaga hubungan sesama manusia serta kepada allah SWT.


"Kita harus menjasi manusia sebenarnya, jangan menjadi manusia jadi-jadian," katanya di hadapan para jemaah.


Menurut Asmudin, kegembiraan umat muslim dalam merayakan Idul Fitri, harus memiliki dan mencerminkan tiga kriteria. Itu ialah ketaatan, kegembiraan, dan silaturahmi.


"Maka hari, kita berkumpul di rumah allah ini untuk bersujud dan menundukkan kepada bahwa kita tidak berdaya di hadapan sang pencipta," ujarnya.


Dia menjelaskan, selama Ramadan umat muslim telah menunaikan kewajiban dan tuntutan agama. Selain berpuasa juga telah membayar zakat. Kendati demikian, belum lengkap kemimanan seseorang jika masih melupakan satu hal lainnya yakni silaturahmi.


"Makan jangan kita lupakan satu hal yang sangat mendasar dan tidak boleh kita abaikan. Kalau kita telah menyelesaikan hubungan (kewajiban) kepada allah, maka kita harus menyelesaikan hubungan sesama manusia," ungkapnya.


Melui ceramah singkatnya, Asmudin mengimbau dan mengajak seluruh umat muslim untuk menyelesaikan serta menjaga hubungan antar sesama manusia. Sebab hubungan yang harmonis akan mendatangakan sebuah kebaikan pula.


Ceramah ini berlangsung sekira setengan jam. Para jemaah sangat fokus dan antusias mendengarkan. Di akhir ceramah juga dilantunkan doa-doa kepada sang pencipta. Tak sedikit dari para jemaah menitikkan air mata dan menangis kecil.


Selepasa ceramah, para jemaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Begitu juga dengan penceramah, para jemaah rela antre untuk bersalaman satu sama lain.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore