
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto
JawaPos.com - Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri selalu menyelipkan kenangan bagi setiap insan muslim di Indonesia. Tak terkecuali bagi Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.
Setiap kali balik ke kampung halamannya di Semarang, Jawa Tengah, pada hari raya, anak buah Kapolri Jenderal Tito Tito Karnavian itu terkenang bahwa dirinya pernah menjual bahan peledak berskala kecil seperti mercon.
"Zaman kecil saya nakal. Saya tukang jualan mercon dulu. Kecilnya jualan mercon sekarang jadi polisi tukang nangkepin yang jualan mercon," kenangnya sembari tertawa menceritakan hal tersebut kepada JawaPos.com beberapa waktu lalu.
Mercon tersebut dijualnya jelang hari raya. Setyo mengaku ketika itu umurnya sekitar delapan tahun dan baru mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD).
Namun Setyo cukup mahir berjualan. Bahkan dia tau ciri-ciri calon pembeli dengan menunggu di depan gang tak jauh dari rumah. "Kita tau nih orang-orang ini orang dari luar kampung mau beli mercon. Tapi begitu tau reserse, lari semua. Jadi dulu kita musuhan sama polisi sekarang jadi polisi," katanya geli mengingat kal itu.
Tak hanya kenangan di masa kecil, Setyo juga punya pengalaman berkesan ketika harus bertugas jelang lebaran. Saat itu di Indramayu, dia harus menangani pencurian dengan kekerasan, yakni begal.
Para pemudik yang melintas di Indramayu harus menghadapi para begal yang tindakannga terlampau sadis. Sebab satu kasus, begal tersebut membacok tangan pemudik hingga putus.
Akhirnya, Setyo yang saat itu menjadi Kapolres, bersama anak buahnya coba menghadang aksi begal hingga tertangkap dan akhirnya ditembak mati karena melawan.
"Lebaran bagi polisi tugas ini amal ibadah. Sampai sekarang orang-orang libur kita tugas," imbuhnya.
Ya, sejak menjadi anggota Kepolisian, Setyo lebih banyak bertugas di hari raya. Kendati demikian, dia tetap menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan keluarga. "Keluarga saya yang lain kumpul dulu, kemudian saya menyusul. Lalu ziarah ke makam leluhur. Kira nostalgia di kampung. Ingat zaman kecil seperti apa," tambahnya.
Setyo pun tak mau ketinggalan makanan khas yang selalu tersedia di hari raya. "Wajib ada opor sama lontong. Jangan ketipu kaleng khong guan isinya rengginang," guyonnya lagi.
Berbicara tentang makanan saat lebaran, Setyo kembali terkenang dengan makanan kesukaannya saat kecil dulu. Yakni tape ketan buatan nenek. Bisa dibilang, tape ketan tersebut pun selalu ditunggu-tunggu rekannya.
"Dulu saya ke nenek saya, teman-teman sepermainan saya di Magelang itu nggak mau pulang kalau tape ketan yang dibungkus daun jambu belum keluar," tuturnya.
Cukup mengenang masa lalu, Setyo tak lupa mengucapkan selamat Idul Fitri bagi yang merayakan. Katanya lebaran menjadi momentum untuk pribadi intropeksi diri.
Dia pun berharap bagi para pemudik kembali dengan aman. "Selamat mudik jaga kesalamatan diri, keluarga, selamat smapai tujuan. Kemudian kembali ke tempat asal, duitnya jangan dihabiskan," tutupnya kembali tertawa.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
