
Adib Nurdiyanto, trainer atraksi api dan lampu di festival obor Desa Mojodeso, Rabu (13/6) malam.
JawaPos.com - Menjelang hari raya lebaran, sebagian besar umat muslim di Indonesia memiliki banyak kegiatan baik keagamaan maupun tradisi warisan nenek moyang. Salah Satunya adalah Colok-colok malem songo. Tradisi yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) ini telah berlangsung sekitar tahun 80-an.
Di malam songo atau Ramadan yang ke-29, ratusan masyarakat secara bersama menyalakan obor. Acara ini sebagai wujud syukur atas terlimpahnya rezeki dari Allah SWT. Tradisi ini, disebut maleman.
Perayaan Tradisi Colok colok malem songo sendiri masih rutin dilestarikan oleh warga Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Karena di malam songo, diyakini masyarakat setempat sebagai malam kemulyaan, bahkan banyak warga memilih melangsungkan akad pernikahan di malam tersebut.
Perayaan tradisi colok-colok malem songo dikemas dengan konsep modern dan atraktif. Tidak hanya suasana yang terang karena nyalanya obor yang di nyalakan serentak di sepanjang jalan desa, perayaan ini juga dirangkai dengan hiburan rakyat. Dikenal dengan nama Festival Obor.
Pengunjung selain disuguhi pemandangan yang menakjubkan juga dimanjakan dengan iringan lagu yang dimainkan para seniman musik oklik. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati atraksi api dan lampu, bahkan pengunjung bisa mencobanya dengan didampingi trainer.
Merasakan sensasi memegang api besar memberikan daya tarik tersendiri bagi banyak pengunjung Festival Obor. Terlebih atraksi memecahkan benda keras dengan media lampu memberikan keseruan disertai rasa penasaran sebaguan pengunjung. Menariknya, justru kebanyakan dari mereka yang mencoba atraksi api adalah remaja perempuan.
"Kami tidak berniat pamer atau sombong. Ada pesan yang ingin kami sampaikan bahwa sesuatu yang terasa tidak mungkin, bisa menjadi mungkin dengan strategi yang tepat, usaha dan doa," kata Adib Nurdiyanto, trainer atraksi api dan lampu di festival obor Desa Mojodeso, Rabu (13/6) malam.
Meski awalnya, disertai angin yang cukup kencang dan membuat sebagian obor mati. Namun kemeriahan suasana perayaan colok colok malem songo sudah bisa ditemui mulai sore hari. Meskipun kegiatan ini digelar usai salat tarawih, sejak sore hari sudah ramai dikunjungi warga.
Perayaan Festival Obor Mojodeso diawali dengan pelayanan cek kesehatan gratis dari Tim Medis STIKes ICSADA Bojonegoro. Hingga sekitar pukul 22.45 WIB pun pelayanan cek kesehatan masih terus berlanjut, karena banyaknya warga yang antusias mengunjungi pos kesehatan tersebut.
Kegiatan ini telah menjadi daya tarik bagi masyarakat di Bojonegoro dan merupakan salah satu upaya pemerintah desa setempat dalam melestarikan tradisi colok colok malam songo dengan sejumlah rangkaian kegiatan tersebut.
Tidak hanya sekedar memberikan hiburan bagi pengunjung namun juga bisa menggerakkan roda ekonomi masyarakat Mojodeso, terutama yang berprofesi sebagai pedagang. "Perayaan Festival Obor di Mojodeso akan terus kami selenggarakan. Bahkan harus bisa lebih menarik di tahun berikutnya," ujar Kepala Desa Mojodeso, Warsiman.
"Dengan inovasi baru dari pemuda desa dengan dikemas secara modern Festival Obor tahun ini terlihat lebih ramai dari pada tahun lalu. Kami berharap, kegiatan perayaan tradisi ini akan menarik minat wisatawan asing di masa mendatang." tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
