
Dirut PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio (kanan)
JawaPos.com - Menyambut hari yang Fitri selalu dinantikan umat muslim di seluruh dunia. Beragam tradisi mewarnai umat muslim dalam memaknai hari besar kembali ke fitri ini di setiap keluarga.
Direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio misalnya, memandang hari raya yang Fitri ini sebagai hari berkumpulnya seluruh keluarga tercinta. Tak ada tradisi yang mencolok dari pemimpin pasar modal tanah air ini. Menghabiskan waktu yang berkualitas bersama seluruh anggota personil keluarganya dihari raya menjadi hal yang sangat penting.
Tito mengatakan, untuk hari pertama berlebaran, dirinya beserta keluarga memutuskan hanya menghabiskan waktu dengan bercengkrama bersama seluruh anggota keluarga di rumah.
“Hari pertama selalu di rumah bersama keluarga, nggak pengen kemana-mana. Karena buat saya lebaran itu, hari pertama hubungan saya dengan Tuhan dan keluarga,” ujarnya kepada Jawapos.com.
Sedangkan untuk mengunjungi berbagai undangan silaturahmi, kata Tito, Ia sediakan waktu pada hari kedua Lebaran. “Hari kedua tergantung ada undangan, kalo ada undangan kemana ya saya datang,” imbuhnya.
Tito dan keluarga sengaja tidak mengadakan open house lantaran tak ingin ada pihak yang direpotkan dengan undangannya. Menurutnya, hari raya yang Fitri sebaiknya digunakan untuk bersilaturahmi bersama sanak saudara keluarga masing-masing.
“Nggak ada open hause. Bukannya gimana-gimana ya, saya nggak mau nyusahin mereka. Tapi kalo ada orang mau ketemu keluarga saya di dalem ya nggak apa-apa,” tuturnya.
Soal hidangan istimewa di hari Lebaran, Tito menyerahkan sepenuhnya kepada istri tersayang. Makanan yang biasa hadir untuk melangkahi hari raya berlebaran pun tidak ada yang menjadi ciri khas, hal tersebut seperti ketupat atau lontong sayur ataupun sayur lodeh.
Jika dalam hal pekerjaan dirinya merupakan sekarang pemimpin, maka semua urusan rumah tangga sang istri lah uang memegang kendali dalam keluarga.
“Kalo guwa di kantor sebagai dirut, tapi kalo di rumah bini guwa yang direktur. Untuk makanan ya biasa ketupat sayur, lodeh, makanan selera binilah, guwa mah ngikut aja,” ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
