
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Salah satu anak buahnya, Muhammad Nurruzaman mengundurkan diri dari kepengurusan partai.
JawaPos.com - Pengunduran diri Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Mohammad Nurruzaman dalam struktur kepengurusan menuai reaksi dari internal partai besutan Prabowo Subianto itu. Menurut Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Habiburokman, pihaknya menghormati adanya kader yang memutuskan tak lagi berjuang bersama Prabowo. Baginya, keputusan itu merupakan hal yang wajar.
"Fenomena adanya kader yang berhenti berjuang atau bahkan keluar dan mundur dari gerakan perjuangan seperti Gerindra adalah hal yang wajar karena memang perjuangan ini tidak menjanjikan sesuatu yang instan seperti pangkat, jabatan, atau kedudukan," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Rabu (13/6).
Kendati demikian, pihaknya mengaku aneh dengan mantan kadernya itu yang menyinggung kota Jakarta sebagai intoleran. Menurutnya, tak ada ukuran yang jelas mengenai pernyataaan itu.
"Mari bandingkan Jakarta dengan belasan kota di Eropa yang melarang penggunaan jilbab. Atau untuk dalam negeri kita bisa bandingkan Jakarta dengan kota di mana ada penggerudukan dengan senjata tajam terhadap tokoh yang dianggap berbeda pendapat," ujar Habiburokhman.
Jakarta, kata dia, justru merupakan salah satu kota yang paling toleran di dunia. Hal itu ditunjukkan berdasarkan aksi bela Islam beberapa waktu lalu. Di mana kala itu tak ada satu pun yang rumah peribadatan yang dirusak oleh umat Muslim.
"Aksi Bela Islam yang dengan jutaan massa tidak ada satu rumah ibadah agama lain yang dirusak, bahkan tidak ada satupun umat agama lain yang diganggu hanya karena berbeda agama," tuturnya.
Tak hanya itu, pihaknya pun mengaku keberatan dengan kritik mantan kadernya itu kepada Fadli Zon. Diketahui Fadli Zon mengkritik kehadiran Yahya Staquf ke Israel. Dia yakin, selain Fadli Zon, orang lain pun bakal mengecam kehadiran tokoh agama itu di tanah Israel.
"Pak Yahya ini diprotes bukan hanya oleh Bang Fadli, tetapi juga banyak tokoh dari partai lain. Bahkan MUI dan PBNU menyatakan kehadiran Pak Yahya di sana tidak ada hubungannya dengan organisasi," pungkasnya.
Sebelumnya, Wasekjen Partai Gerindra Mohammad Nurruzaman menyatakan diri mundur dari partai yang menaunginya itu sejak 2014 lalu. Alasannya, partai berlambang kepala burung garuda itu dinilainya tak lagi satu pemikiran, khususnya mengenai cara berpolitik yang dinilainya selalu mengujar kebencian.
Tak hanya itu, kemarahannya pun memuncak kala kyai yang dihormatinya, Yahya Staquf dikritik oleh Fadli Zon ihwal keberadaanya di Israel. Bahkan, dirinya pun siap untuk membongkar kebusukan dari elite partai besutan Prabowo itu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
