Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juni 2018 | 14.37 WIB

Dari Ramadan Hingga Idul Fitri ACT Tak Henti-hentinya Layani Umat

Relawan ACT mendistribusikan paket Ramadan di daerah pelosok Indonesia. - Image

Relawan ACT mendistribusikan paket Ramadan di daerah pelosok Indonesia.

JawaPos.com - Lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak pernah berhenti berkiprah selama Ramadan. Baik di dalam maupun di luar negeri.


Ada berbagai kegiatan kemanusiaan terus berlangsung tanpa henti dilakukan ACT. Di dalam negeri yakni program Buka Puasa Bersama Jakarta Bahagia (BBJB) yang digagas bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


Kemudian program Kapal Ramadhan ke sejumlah wilayah tepian negeri. Terbaru pendistribusian Paket Pangan Ramadan (PPR) kepada masyarakat serta prajurit TNI penjaga kawasan tapal batas.


Di luar negeri tak kalah eksis, dapur umum ACT tetap melayani ifthar dan sahur untuk pengungsi Syria di Turki, warga Gaza Palestina serta di kamp pengungsian Rohingya yang ada di Bangladesh.


Senior Vice President ACT, N Imam Akbari menuturkan, kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan penuh hingga memasuki hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.


Pada program BBJB sukses dilaksanakan selama 20 hari di 114 RW padat dan miskin di seantero Jakarta. Buka bersama ini dirasakan oleh 200 ribu jiwa penerima manfaat. "Program ini ditutup tanggal 6 Juni lalu oleh Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan," ungkapnya kepada JawaPos.com, Rabu (13/6).


Di saat bersamaan, ACT juga menggelar kegiatan distribusi bantuan pangan melalui program Kapal Ramadhan ke sejumlah wilayah pedalaman di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan serentak di 14 Cabang ACT yang tersebar di seluruh Indonesia.


Belum selesai program itu, amanah lain juga harus dijalankan tim implementasi program ACT. Amanah itu adalah untuk melakukan pendistribusian paket pangan Ramadhan kepada masyarakat dan prajurit penjaga tapal batas di sejumlah wilayah terluar negara Indonesia tercinta. Sebut saja ada di kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, NTT hingga Papua.


Kegiatan ini baru berakhir H-2 lebaran. Pasukan relawan ACT mulai meninggalkan daerah implementasi dengan diiringi senyuman semringah dari masyarakat dan prajurit-prajurit TNI di tapal batas.


Bertepatan dengan kembalinya para relawan dari perbatasan, ACT kembali harus berjibaku mengerahkan pasukan medisnya dengan membuka posko di pelabuhan Merak banten.


Posko itu khusus memberikan bantuan pelayanan medis bagi para pemudik. Posko ini juga didukung mobil ambulan pre hospital yang superkeren, lengkap dengan fasilitas pelayanan medis berstandar internasional.


Sejumlah dokter serta paramedis dan relawan juga turut hadir dalam mendukung program ini. Selain pelayanan medis, posko ACT juga memberikan pelayanan pijat dari para relawan terapis profesional serta pendistribusian takjil bagi para pemudik yang akan berbuka puasa di hari-hari terakhir Ramadan.


Di tengah penyiapan program menjelang Idul Fitri tersebut, ACT mendapatkan kabar gembira dihadiahi hasil audit akuntan publik independent berupa predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). WTP adalah predikat tertinggi dalam sebuah proses audit keuangan.


“Sejak lembaga ini berdiri 13 tahun silam, predikat WTP itu selalu melekat. Ini bukti pengelolaan keuangan lembaga telah dilakukan secara profesional,” sebut Imam Akbari.


Kembali disinggung soal program di Hari Raya Idul Fitri, ACT masih terus bekerja untuk umat. Menurut Vice President bidang Komunikasi, Iqbal Setyarso, ACT akan tetap mengoperasikan food truck untuk pembagian makanan gratis bagi 1.000 pemudik setiap harinya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore