Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juni 2018 | 07.03 WIB

Perbaikan Gizi Setelah 17 Jam Berpuasa di Turki

Ramazan Sokağı adalah tempat parkir dan taman kota yang di sulap menjadi tempat jualan dan pentas pertunjukan. - Image

Ramazan Sokağı adalah tempat parkir dan taman kota yang di sulap menjadi tempat jualan dan pentas pertunjukan.

JawaPos.com – Berada di Turki, negara dengan mayoritas Muslim tidak membuat rasa rindu untuk melewati Ramadan seperti di Indonesia terobati. Masih banyak hal yang membuat berpuasa di Tanah Air terasa lebih nikmat daripada di negara dua benua ini. Bagi saya, beberapa nuansa Ramadan di Indonesia lebih asyik.


Di Turki, kami berpuasa selama 17 jam karena Ramadan tahun ini tepat pada musim panas. Selisih empat jam dibanding Indonesia yang berpuasa selama 13 jam. Puasa selama itu, tidak mendapat dukungan pasokan makanan dari pedagang takjil di pinggir jalan. Sebab, di Turki tak ada hal seperti itu.


Sebagai ganti dari pedagang di pinggir jalan yang menjual makanan ringan, jalanan ramai oleh orang-orang yang hendak pergi berbuka puasa di restoran. Atau, memenuhi undangan berbuka puasa dari kerabat. Untuk poin undangan berbuka, itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Para pelajar asing.


Sebagian orang Turki memang senang mengundang pelajar asing untuk berbuka puasa di rumah mereka. Biasanya, undangan ini datang dari tetangga, teman, bahkan dosen. Makanan yang disajikan pun bermacama-macam. Dimulai dengan makanan pembuka, yaitu çorba atau sup, kemudian makanan utama, dan tatlı atau dessert.


Namun jangan salah, setelah makanan disantap kita tidak bisa untuk langsung pulang. Meskipun makanan utama dan dessert sudah dimakan, mereka akan memaksa tamunya untuk menambah makanan lagi atau menyuguhkan kopi dan teh. Orang Turki selalu memastikan tamu mereka menikmati makanan yang disajikan dan makan hingga kenyang.


Tidak jarang ketika pulang dari undangan berbuka, perut terisi penuh. Bagi pelajar yang tinggal di asrama, undangan ini ibarat perbaikan gizi setelah 17 jam berpuasa.


Meskipun orang Turki senang mengundang kenalan mereka ke rumah untuk berbuka puasa, tetapi restoran-restoran tidak akan pernah sepi. Hampir semua tempat makan di Turki menyediakan menu berbuka atau iftar menüsü selama Ramadan.


İftar menüsü merupakan paket komplit yang biasanya terdiri dari çorba, makanan utama, tatlı, dan minuman. Jadi, selama waktu berbuka di bulan Ramadan, pihak restoran hanya memberikan bermacam pilihan dari iftar menüsü ke pelanggannya.


Di Turki, pemerintah juga ambil andil dalam menyemarakkan Ramadan. Terbukti dengan dibukanya Ramazan Sokağı di kota Kayseri. Berlokasi di pusat kota membuat tempat ini menjadi tujuan utama masyarakat Kayseri setelah berbuka puasa.


Ramazan Sokağı jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Jalan Ramadan. Tetapi lebih tepatnya, tempat ini seperti pasar Ramadan. Jika di Indonesia pasar Ramadan diisi dengan jualan makanan, berbeda dengan yang di Turki. Ramazan Sokağı adalah tempat parkir dan taman kota yang di sulap menjadi tempat jualan dan pentas pertunjukan.


Ada yang menjual jilbab, mainan kunci, buku, parfum, oleh-oleh khas Kayseri, seni khas Turki, makanan, dan lain-lain. Bahkan ada juga tempat foto dengan menggunakan baju khas zaman Usmani.


Selain bisa berbelanja, pengunjung juga bisa melihat pertunjukan seni di Ramazan Sokağı. Ada berbagai macam penampilan musik oleh musisi Turki, tarian Sufi dan lain-lainnya. Bagi masyarakat Kayseri sendiri, Ramazan Sokağı berhasil mewarnai bulan Ramadhan di kota Kayseri tiap tahunnya.  


Walaupun suasana bulan Ramadan di Turki sangat berbeda dengan di Indonesia, kerinduan akan Tanah Air makin membuncah. Meski demikian, Ramadan di Turki tetap memberikan kesan tersendiri. Selamat menunaikan ibadah puasa.


Ditulis oleh:


Tanty Arianty,

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore