Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Juni 2018 | 20.05 WIB

Anggap Bulan 'Pendidikan', Ramadan dan Lebaran Jadi Ajang Teladan Anak

Ketua KPAI Susanto menjelaskan makna Ramadan dan mudik Lebaran. - Image

Ketua KPAI Susanto menjelaskan makna Ramadan dan mudik Lebaran.

JawaPos.com - Mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Bertemu dengan orang-orang terkasih di kampung halaman, sangat jarang dilakukan kecuali pada momen Lebaran. Ikatan batin yang kuat ini tentu sangat baik menjadi teladan bagi anak.


Itulah yang dicontohkan Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Susanto. Jika selama ini dirinya dan tim bergelut dengan penanganan kasus anak, maka melalui Ramadan dan Lebaran, justru bisa menjadi momentum yang tepat untuk memberikan teladan kepada anak.


Selama Ramadan, dirinya menganggap bulan itu adalah bulan pendidikan. Pendidikan dalam arti luas. Maka saat mudik, itu merupakan sebuah momentum puncak dari nilai-nilai yang tercermin selama Ramadan.


"Saya tanggal 15 Juni 2018 mudik ke kampung halaman, Pacitan, Jawa Timur. Bagi saya mudik adalah momentum silaturahmi dengan ibu saya apalagi ayah saya sudah almarhum," kata Susanto kepada JawaPos.com, Selasa (12/6).


Momen silaturahmi itu sekaligus memberikan dukungan kepada ibunda. Apalagi setelah 6 tahun ayahnya meninggal dunia.


Apalagi, Susanto sejak kecil dididik dan difasilitasi serta dibiayai saat sekolah sejak SD, MTs, MA sampai perguruan tinggi terutama saat S1 dan S2. Kecuali saat S3, dirinya full dibiayai oleh pemerintah. Proses panjang saat menempuh pendidikan seperti ini baginya tak bisa dilupakan dalam sejarah kehidupan.


"Maka, meski hanya 2 hari, setiap lebaran harus silaturahmi dengan ibu saya dan keluarga besar di kampung. Tradisi di kampung saat saya mudik, silaturahmi dengan ibu, nenek, keluarga dekat, tetangga dan masyarakat," ujarnya.


Susanto menilai selama sebulan penuh selama Ramadan, ia diajarkan saling mengasihi, peduli sesama, meningkatkan kesalehan spiritual dan sosial, serta peningkatan kualitas diri. Maka, pasca ramadhan nilai-nilai tersebut harus tercermin.


"Jika pasca Ramadhan, nilai-nilai tersebut tak tercermin dalam kehidupan seseorang, berarti Ramadan tidak memberikan efek perubahan perilaku. Padahal perubahan perilaku menuju ke arah positif itu merupakan konsekuensi dari hadirnya Ramadan," tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore