
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak
JawaPos.com - Berbagai cara dilakukan oleh kelompok tertentu untuk mendiskriditkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.
Kali ini, beredar sebuah video berdurasi 58 detik yang menampilkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dalam video yang diviralkan itu, Risma nampak memuji program pendidikan gratis yang diusung pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno.
Dalam video tersebut, Tri Rismaharini juga seperti melontarkan sindiran kepada Khofifah-Emil. Bahwasanya, Jawa Timur tidak membutuhkan pemimpin yang sok pintar, akan tetapi pemimpin yang mau mendengarkan keluh kesah masyarakatnya.
Menanggapi video ini Emil mengatakan, bahwa dirinya tidak mau terjebak dengan langgam si penyebar video yang terkesan mencoba memperhadapkan pihaknya dengan Risma. Dengan rendah hati, Emil justru banyak memuji Risma.
"Saya rasa Bu Risma adalah seorang Wali Kota yang baik. Dia juga merupakan sosok yang pintar dan saya rasa beliau merupakan contoh pemimpin yang bisa mendengarkan rakyat. Saya memandang, hal itu sebagai sesuatu yang sangat baik mana kala kita bisa seperti Bu Risma yang pintar dan mau mendengarkan rakyat," ujar Emil di Surabaya, Senin, (11/6).
Hanya saja, lanjut Bupati Trenggalek non aktif ini, sepertinya masih ada kelompok yang salah kaprah dengan mengira jika Khofifah-Emil tidak setuju dengan pendidikan gratis. Padahal, dalam program Nawa Bhakti Satya sudah ada yang diberi nama 'Tis Tas'.
"Padahal jelas-jelas kita sampaikan, kami mengusung pendidikan gratis. Dan harap diingat, kita tak hanya mengusung pendidikan gratis, tapi ada plusnya yakni berkualitas. Ini yang dalam program Nawa Bhakti Satya kita sebut dengan istilah TisTas, " tutur Emil.
Lebih jauh pria yang pernah menjadi konsultan Bank Dunia dan Bappenas ini menjelaskan, bagaimana memperhatikan sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta. Untuk tingkat SMK, ada 700 ribu murid. Kurang lebih, ada sekitar 400 ribu berada di sekolah swasta. Maka dari itu pemerintah juga harus hadir memperhatikan swasta bukan hanya melalui BOS.
"Inilah makanya kenapa harus gratis dan berkualitas. Sehingga permasalahan SDM Jawa Timur bisa terpecahkan. Kita harus memperhatikan kompetensi guru dan akreditasi program studi. Jadi, inilah maksud kita dengan Tis Tas gratis dan berkualitas. Karena, untuk mengusung pendidikan gratis itu, sudah menjadi cita-cita dari setiap calon," tegas Emil lagi.
Menurut Emil, dari kalangan generasi milenial ini mana kala berbicara kualitas, kita berbicara lebih spesifik delapan standar nasional pendidikan.
"Itulah seharusnya arah kebijakan kita ketika membicarakan pendidikan, bukan perkara gratis atau tidak gratis," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
