Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Juni 2018 | 00.46 WIB

Ingat! di Terusan Brexit Menuntut Tangki Penuh

BELUM LULUS UJI LAIK: Event bersepeda dengan start di Gerbang Tol Brebes Timur pada 12 Mei lalu. - Image

BELUM LULUS UJI LAIK: Event bersepeda dengan start di Gerbang Tol Brebes Timur pada 12 Mei lalu.

Setelah dua seksi awal tol Pemalang–Pejagan dioperasikan dalam dua edisi Lebaran terakhir, dua seksi berikutnya siap dibuka untuk menyambut Lebaran tahun ini.


Familier dengan tol Brexit? Kependekan dari Brebes Exit itu merupakan ujung ruas tol Pejagan–Brebes Timur yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 16 Juni 2016. Kala itu, banyak pemudik yang ingin merasakan sensasi melintasi ruas tol tersebut sehingga menimbulkan kemacetan parah.


Kini, terusan Brexit yang menjadi bagian tol Pemalang–Pejagan siap menyambut arus mudik dan arus balik saat Lebaran nanti. Masing-masing dua seksi di Brebes Barat–Tegal dan Tegal–Pemalang. Apakah kemacetan di Brexit bakal terurai?


Kepada Jawa Pos pada 12 Mei lalu, Kepala Cabang Tol Pemalang–Pejagan Ian Dwinanto optimistis kemacetan di Brexit bisa terselesaikan saat Lebaran. Yang jadi masalah adalah berpindahnya kemacetan ke exit tol Sewaka. Yakni, gerbang tol (GT) darurat yang difungsikan hingga exit tol Gandulan, Pemalang.


GT darurat Sewaka merupakan bagian dari ruas tol Pemalang–Pejagan sekaligus perbatasan dengan tol fungsional Batang–Pemalang. Lantas, bagaimana solusinya? Ian menjawab santai. Menurut dia, skema seperti tahun-tahun sebelumnya masih bisa diterapkan. ’’Jika Sewaka macet, nanti dikeluarkan di Tegal. Kalau Tegal macet, ya di Brexit. Begitu seterusnya mundur ke belakang,” katanya.


Ian menuturkan, dua seksi terbaru dari tol Pemalang–Pejagan sebenarnya siap diberlakukan secara operasional (berbayar). Namun, karena belum mengantongi hasil uji laik, statusnya masih fungsional.


Sebagai catatan, pada 12 Mei lalu, ruas tol tersebut telah digunakan untuk event bersepeda. Sembari berolahraga, pihak pengelola turut memantau pembangunan ruang Brebes Timur–Pemalang itu. Hasilnya, kondisi jalan hampir mencapai 100 persen. ’’Tinggal pemasangan rambu dan pernak-pernik jalan,” jelas Ian.


Lima rest area (RA) juga siap digunakan. Perinciannya, tiga RA untuk jalur arah ke Semarang dan dua sisanya arah Jakarta. Berbeda dengan kebanyakan RA yang dibuat berhadap-hadapan, lima RA tersebut dibuat saling terpisah. Yang patut menjadi perhatian, semua RA belum dilengkapi SPBU. Jadi, pelintas harus mengisi penuh tangki bahan bakar kendaraan sebelum memasuki tol. ’’Berdasar pengalaman tahun lalu, BBM memang paling sulit dicari,” imbuh Ian. 


Tetap Fokus saat Melintas Malam Hari


Tol Pemalang–Pejagan terkenal dengan jalan lurusnya yang panjang. Kondisi itu membuat pengendara memacu kendaraannya lebih cepat. Hal itu berisiko tinggi jika pengendara tidak waspada dan cekatan. Ditambah batas kecepatan maksimal 100 km/jam dan melintasinya ketika malam.


Yang harus diperhatikan, kondisi sebagian besar ruas Tol Pemalang–Pejagan gelap saat malam. lampu penerangan jalan umum hanya terpasang di sekitar gerbang tol (GT), rest area, dan simpang susun (interchange).


Jawa Pos merasakannya saat melintas pada 12 Mei lalu. Dituntut fokus jika tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih ketika menyetir dalam kondisi fisik tidak fit atau mengantuk. ’’Mayoritas laka (di Tol Pemalang–Pejagan) akibat pengendara tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya dalam kecepatan tinggi,’’ kata Ian Dwinanto, kepala cabang Tol Pemalang–Pejagan.


Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola berencana memasang speed trap (pita kejut) di beberapa titik. Khususnya titik menjelang rest area dan yang dianggap rawan terjadi kecelakaan. Terkait masih minimnya PJU, Ian menyebut pemasangan reflektor di sisi kanan dan kiri jalan jadi solusi. ’’Jadi, batas jalan masih terlihat meski hujan sekalipun,’’ jelasnya.


Ian juga mengimbau pengendara untuk tidak memaksakan diri berkendara saat malam kecuali sangat mendesak. Opsi untuk beristirahat di rest area tol juga patut dipertimbangkan. ’’Kalau lelah, jangan dipaksakan. Bisa ngopi dulu di rest area. Baru lanjut lagi,’’ jelasnya.


Kemacetan Malah Membawa Rezeki

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore