Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Juni 2018 | 18.30 WIB

Cegah Ugal-ugalan, 80 Bus Dipasangi Speed Alarm

Sopir bus di Terminal Purabaya menjalani tes darah dan tes urine, Jumat (8/2). - Image

Sopir bus di Terminal Purabaya menjalani tes darah dan tes urine, Jumat (8/2).

JawaPos.com - Sepekan menjelang arus mudik, Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Jatim dan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim meninjau kesiapan armada angkutan umum. Mereka ingin memastikan semua persiapan kelancaran dan keselamatan penumpang terjamin.


Jumat (8/6) pagi, petugas mendatangi Terminal Purabaya. Ada dua kegiatan yang menjadi fokus mereka. Yakni, pemasangan speed alarm dan tes urine terhadap sopir bus.


Speed alarm merupakan salah satu terobosan baru. Alat tersebut dipasang di dashboard bus. Ada rangkaian angka digital yang menunjukkan kecepatan bus. "Alat ini akan berbunyi jika sopir bus memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan," terang Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono.


Batas kecepatan untuk perjalanan luar kota adalah 100 km/jam. Untuk memastikan alat itu berfungsi, petugas ikut naik ke salah satu bus yang sudah dipasangi speed alarm. Dengan pengawalan mobil Patwal, bus melakukan tes kecepatan di ruas Tol Waru-Juanda.


Di dalam tol, petugas meminta sopir memacu bus dengan kecepatan hingga 128 km/jam. Hasilnya, alarm mengeluarkan bunyi peringatan. 'Anda melebihi batas kecepatan. Mohon kurangi kecepatan Anda', begitu bunyi peringatan tersebut.


Sebagai tahap awal, speed alarm dipasang di 80 bus. "Alat ini memang baru pertama kali dipakai untuk Operasi Ketupat Semeru tahun ini. Ke depan, tentunya secara bertahap armada lainnya akan menyusul," tambah Heri.


Mantan Kapolres Tulungagung itu melanjutkan, dengan terpasangnya speed alarm maka sopir bus bisa mengendalikan emosinya saat melaju di jalanan. Sehingga saat sopir bus tertib berkendara dan keselamatan penumpang menjadi lebih terjamin.


Selain memasang speed alarm, petugas juga melakukan tes urine secara acak. Sebanyak 34 sopir bus diukur tensi darah dan diuji urinenya untuk memastikan mereka tidak mengonsumsi alkohol dan narkoba.


"Dari data tahun lalu, kecelakaan didominasi angkutan umum. Makanya kami ingin menekan angka tersebut dengan melakukan antisipasi semaksimal mungkin," lanjut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992 itu.


Salah seorang sopir bus, Hariyono, menyambut positif tes urine tersebut. Dia mengatakan siap untuk melayani penumpang. "Jadi tahu juga kami ini sehat atau tidak. Kalau memang kurang fit, ya tidak akan maksa bawa bus," ucapnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore