Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juni 2018 | 20.19 WIB

Petinggi Golkar Sindir Aksi Pamer Kaus #2019GantiPresiden

Paslon Asyik memaerkan kaus ketika debat publik di Universitas Indonesia belum lama ini. - Image

Paslon Asyik memaerkan kaus ketika debat publik di Universitas Indonesia belum lama ini.

JawaPos.com - Gelaran debat Pilgub Jabar di Universitas Indonesia beberapa waktu lalu sempat diwarnai kericuhan. Ketika itu, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur jagoan PKS-Gerindra, Sudrajat serta Syaikhu secara mengejutkan memamerkan kaus bertagar '2019 Ganti Presiden'.


Tak sedikit yang menyebut manuver Sudrajat-Syaikhu buat mendongkrak elektabilitas dan popularitasnya. Namun, 'jurus kaus' mereka tak lantas berefek apa-apa.


Setidaknya hal itu terlihat dari hasil survei Indikator Politik. Paslon Asyik hanya berada diposisi ketiga dengan persentase 5,3 persen suara.


Terpaut jauh dengan kandidat lainnya, seperti Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM) yang telah meraup suara lebih dari 35 persen.


Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Sadzily mengatakan, aksi yang dilakukan Paslon Asyik jelas tak mengubah apapun. Justru paslon yang diusung partainya, 'Duo DM' meraih hasil signifikan.


"Ini yang saya kira saya senang sekali tidak terpotret sama sekali, artinya bahwa ketika dalam debat kandidat kemarin ada yang coba mengkaitkan pilkada Jawa Barat ini dengan 2019 ganti presiden ternyata enggak mempan," kata Ace di kantor Indikator Politik, Jakarta, Kamis (7/6).


Apalagi, kata Ace, situasi peta kekuatan politik di Jawa Barat sekarang telah berubah. Dalam pilpres 2014 lalu, Prabowo Subianto memang memenangkan suara di bumi pasundan.


Kini, data baru menunjukkan bahwa justru masyarakat Jabar mengaku puas dengan Jokowi.


"Di Jabar ini tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pak Jokowi angkanya 67 persen, artinya ini modal yang sangat kuat Pak Jokowi untuk memenangkan pilpres," ucap Ace.


Atas dasar itu, Ace meminta kepada seluruh tim pemenangan paslon untuk tak menarik-narik isu nasional dalam pilkada. Sehingga aksi-aksi semacam 2019 presiden ganti presiden dinilainya tak tepat.


"Oleh karena itu dalam beberapa hal kita dapat mengambil kesimpulan relatif masalah nasional tidak memiliki korelasi secara langsung terhadap suasana di Jabar," tutupnya.


Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore